TANJUNG, kontrasx.com – Salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabalong adalah Retribusi dari pasar yang dikelola Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP).
Kabid Pengembangan dan Pengendalian Sarana Perdagangan DKUPP Tabalong, Eko Fiftadi menyampaikan tahun 2025 lalu, pihaknya mendapat target pendapatan dari pasar sebesar Rp 2,7 miliar.
“Alhamdulillah terealisasi sekitar 82 persen (sekitar Rp 2,2 miliar)” jelasnya pada kontrasx.com, Sabtu (09/5).
Tahun 2026 pihaknya pun mendapat target yang sama, yakni Rp 2,7 miliar.
“Untuk tahun ini sampai April tadi sudah di dapat sekitar Rp 800-an juta atau sekitar 30 persen. Mudah-mudahan target bisa dicapai” ujarnya.
Eko mengungkapkan sumber pendapatan berasal dari retribusi penyediaan fasilitas pasar untuk toko-toko dan retribusi pelayanan pasar.
“Retribusi pelayanan pasar terbagi dua, ada karcis dan parkir pasar, khusus untuk wilayah pasar” jelasnya.
Dari retribusi tersebut ia menyebutkan pendapatan yang paling besar berasal dari karcis pasar.
“Pendapatan yang paling besar berasal dari karcis pasar” ucapnya.
Eko menambahkan tiga pasar penyumbang retribusi terbesar adalah pasar Kelua, Pasar Murung Pudak dan pasar Tanjung.
“Yang paling besar dari UPT pasar Kelua, nomor dua Murung Pudak dan terbesar ketiga dari UPT pasar Tanjung” bebernya.
Ia menambahkan pemasukan yang diperoleh ini merupakan salah satu sumber PAD bagi Tabalong. (Boel)































































