TANJUNG, kontrasx.com – Sejumlah merek beras diduga oplosan ditemukan di wilayah Tabalong.
Merek beras diduga oplosan ini pun masih banyak belum diketahui terutama pemilik usaha di wilayah Bumi Saraba Kawa.
Kabid Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Tabalong, Noviana Eredha menerangkan yang disebut beras oplosan yaitu campuran beras dari beberapa jenis atau kualitas berbeda yang kemudian di jual dengan label beras premium.
“Ada beberapa jenis beras oplosan yang dicampur lalu dijual dengan kemasan premium” terangnya kepada kontrasx.com, Rabu (23/7).
Novi menyatakan terkait daftar merek beras yang diduga oplosan ini akan disampaikan ke semua pemilik usaha di Tabalong.
“Kami akan mengirimkan surat kepada semua minimarket ataupun toko untuk berhati-hati menyetok beras yang akan di jual kepada masyarakat. Kami akan mengirimkan surat dilampirkan dengan daftar nama merek beras diduga oplosan” ujarnya.
Berikut daftar merek beras diduga oplos yang disebut Mentan dalam konferensi pers belum lama tadi diantaranya:
- Sania, Sovia, Fortune, dan Siip diproduksi oleh Wilmar Group.
- Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen dan Setra Ramos diproduksi Food Station Tjipinang Jaya.
- Raja Platinum, Raja Ultima diproduksi PT Belitang Panen Raya.
- Beras Premium Ayana diproduksi oleh PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).
- Larrisst dan Leezaat produksi PT. Unifood Candi Indonesia.
- Topi Koki produksi PT. Buyung Poetra Sembada Tbk.
- Elephas Maximus dan Slyp Hummer produksi PT. Bintang Terang Lestari Abadi.
- Dua Koki dan Beras Subur Jaya produksi PT. Subur Jaya Indotama.
- Raja Udang dan Kakak Adik produksi CV. Bumi Jaya Sejati.
- Pandan Wangi BMW Citra, Kepala Pandan Wangi dan Medium Pandan Wangi produksi PT. Jaya Utama Santikah. (Can)






























































