Tanjung, kontrasX.com – Bagi masyarakat Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, nama Objek Wisata Tanjung Puri Indah tentu sudah tidak asing lagi. Berlokasi di Desa Kasiau, Kecamatan Murung Pudak sekitar 14 kilometer dari Kota Tanjung danau alami yang berada tepat di pinggir jalan lintas provinsi ini menyimpan sejuta kenangan manis sebagai destinasi wisata andalan keluarga.
Namun, pesona sang primadona kini meredup. Pesona masa lalu yang ramai dan riuh, berganti dengan kesunyian yang mendalam.
Pada awal tahun 2000-an, Tanjung Puri Indah adalah pusat perhatian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong kerap menjadikannya sebagai lokasi utama untuk berbagai acara kedinasan dan pemerintahan.
Tidak hanya itu, tempat ini juga menyandang status sebagai Bumi Perkemahan yang mumpuni, di mana sejumlah event kepramukaan dan kepemudaan tingkat provinsi pernah sukses digelar di sini.
Ketika itu Fasilitas bermain anak yang lengkap menjadikannya magnet bagi rekreasi keluarga dan rumah makan di area ini dulu sangat terkenal dengan hidangan khas Banjar. Pengunjung bisa menikmati ikan bakar atau goreng yang dijamin segar, karena ikannya diambil langsung dari keramba kecil di sisi danau.
Teduhnya pepohonan rindang berpadu dengan bangunan joglo dan gazebo yang berdiri anggun di atas hamparan danau alami, dulunya adalah latar foto favorit bagi setiap pelancong yang datang.
Meskipun letaknya sangat strategis di jalur perlintasan antarprovinsi, kondisi Tanjung Puri Indah saat ini berbanding terbalik dengan masa kejayaannya. Bahkan, momen libur panjang nasional seperti Hari Raya Iduladha Rabu lalu pun gagal menarik minat wisatawan.
“Ya, seperti inilah kondisinya. Meskipun libur panjang, tetap saja sepi pengunjung,” ujar salah seorang warga sekitar dengan nada lesu.
Pemerintah daerah sebenarnya tidak tinggal diam. Upaya perbaikan fasilitas, seperti merenovasi gazebo di atas danau, telah dilakukan. Namun, sentuhan fisik tersebut tampaknya belum cukup kuat untuk memantik kembali gairah pariwisata di sana.
Tepat di samping objek wisata, kini telah berdiri megah Masjid Cheng Ho yang dibangun oleh perusahaan semen lokal. Kehadiran masjid dengan arsitektur khas yang indah ini awalnya diharapkan mampu menjadi multiplier effect untuk mendongkrak kunjungan ke Tanjung Puri Indah. Sayangnya, harapan itu belum terwujud. (na)

































































