TANJUNG, kontrasx.com – Satu remaja Tabalong terindikasi penyakit menular Difteri (infeksi bakteri berbahaya Corynebacterium Diphtheriae yang menyerang hidung dan tenggorokan).
Hal tersebut menyita perhatian Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, dimana pihaknya langsung mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan penyakit menular tersebut.
Menanggapi ini pun, Plt Kadinkes Tabalong, Husin Ansari sudah mulai melakukan langkah antisipasi.
Husin menyampaikan penyakit difteri ini merupakan infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae.
“Ciri-ciri yang mengidap difteri ini terdapat selaput tipis berwarna abu-abu di tenggorokan dengan gejala demam, nyeri tenggorokan, sulit menelan ataupun suara serak” ucapnya, Senin (5/1).
Husin menerangkan selain itu terbentuknya pseudomembran berwarna putih keabu-abuan pada tonsil, faring atau laring, pembesaran kelenjar getah bening leher disertai pembengkakan leher.
“Serta ada gejala toksisitas seperti lemah, pucat, takikardia atau penurunan kesadaran” terangnya.
Ia menyatakan penyakit tersebut dapat menular melalui droplet dari bersin ataupun batuk seseorang, termasuk peralatan yang digunakan.
“Rentanya anak-anak yang tidak imunisasi, orangtua bisa terkena juga. Orang menderita ini harus di isolasi karena bisa menyebar” ujarnya.
Ia pun mengatakan meski masuk kategori penyakit berbahaya yang bisa mengancam nyawa, namun hal tersebut dapat dicegah.
“Ini bisa dicegah dengan imunisasi lengkap, dari umur 2 bulan, 4 bulan, 18 bulan dan 5 tahun serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Kalau ada bergejala itu langsung diambil tindakan pemberian antibiotik supaya tidak menyebar” kata Husin.
Husin menambahkan terkait penyakit Difteri ini pihaknya sudah menyampaikan ke jajarannya untuk mengantisipasinya.
“Sudah kita koordinasikan ke semua Puskesmas” tandasnya. (Can)































































