Tanjung, kontrasx.com – Isu penyalahgunaan obat-obatan tertentu saat ini menjadi ancaman serius yang membutuhkan penanganan kolektif.
”Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat mempengaruhi masa depan generasi muda, keamanan lingkungan, serta kehidupan sosial masyarakat yang luas,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Tabalong, Hj. Hamida Munawarah saat memberikan sambutan pada Forum Konsultasi Publik yang digelar Balai POM di Tabalong pada Rabu (20/5) di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi.
Ia mengakui pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama yang erat antara aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, hingga lingkungan keluarga.
“Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir komitmen bersama serta langkah-langkah konkrit yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Balai POM di Tabalong, Taufiqurrohman, S.Si., M.A.B, menjelaskan bahwa forum ini sengaja digelar sebagai bentuk akuntabilitas kinerja sekaligus ruang untuk menerima evaluasi dari masyarakat.
”Kami bertanggung jawab untuk menyampaikan apa saja yang sudah kami lakukan sebagai wujud kinerja dari Badan POM. Melalui forum ini, kami berharap mendapatkan feedback sebagai bahan continuous improvement agar pelayanan kami semakin prima,” ungkap Taufiqurrohman.
Dalam paparannya, Taufiqurrohman juga kembali mengedukasi masyarakat mengenai eksistensi Balai POM di Tabalong yang mengawasi empat kabupaten, dengan lima lini fungsi utama yakni pendampingan, sertifikasi, pengawasan, penindakan, dan pengujian laboratorium.
Salah satu sorotan menarik dalam paparan Kepala Balai POM adalah mengenai kemandirian produk lokal. Ia membeberkan fakta bahwa pada tahun 2018, hanya ada dua produk lokal yang memiliki izin edar resmi di wilayah pengawasannya.
”Kita jangan hanya menjadi penonton dan konsumen di tengah menjamurnya ritel modern. Potensi sumber daya kita melimpah, namun dari sekitar 8.000 UMKM obat dan makanan di Tabalong, per tahun 2026 ini baru 51 produk yang berhasil kita akselerasi izin edarnya (39 pangan, 5 kosmetik, dan 7 obat bahan alam),” bebernya.
Ia menargetkan lompatan besar di masa depan dan meminta dukungan semua instansi untuk mendongkrak UMKM lokal agar mampu bersaing di kancah nasional. (na)































































