Tanjung, kontrasX.com – Guratan senja belum sepenuhnya hilang di langit Kabupaten Tabalong, namun riuh rendah suara tawa anak-anak sudah mulai terdengar memadati pusat Kota Tanjung. Lampu-lampu hias mulai menyala satu per satu, mengubah sudut kota yang dulu temaram menjadi panggung visual yang memanjakan mata.
Siapa sangka, Taman Giat Kota Tanjung, ruang publik yang menyimpan rekam jejak sejarah berdirinya Kabupaten Tabalong ini, sempat mati suri. Sebelum direnovasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong beberapa tahun lalu, kawasan yang berada persis di seberang Kantor Bupati ini hampir menyerupai ‘kota mati’. Sepi dari aktivitas warga, ditambah dengan fasilitas taman yang banyak rusak dan terbengkalai.
Namun, cerita kelam itu kini telah bergeser. Wajah baru Taman Giat telah lahir kembali menjadi magnet wisata malam, khususnya bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu libur.
Daya tarik utama yang paling memikat perhatian adalah fasilitas taman bermain anak yang representatif dan kehadiran air mancur penuh warna. Pancaran air yang menari-nari seirama cahaya lampu sukses membuat anak-anak betah berlarian di sekitarnya.
Tak hanya itu, sejauh mata memandang ke arah luar taman, pengunjung disuguhi lanskap megah Masjid Shirotal Mustaqim. Desain arsitekturnya yang memadukan konsep klasik dan modern berpadu indah dengan lampu taman, menciptakan atmosfer religius sekaligus estetis yang menenangkan di malam hari.

Bagi pemburu kuliner, sisi samping taman kini menjelma menjadi pusat street food yang menggugah selera. Aneka aroma makanan bakaran (sosis, pentol, dan seafood bakar) merebak di udara, bersanding dengan puluhan varian minuman kekinian yang menyegarkan.
Faktor kenyamanan dan murah meriah inilah yang membuat warga ketagihan. Rahman, seorang warga dari Kecamatan Murung Pudak, mengaku kini rutin memboyong keluarganya untuk bermalam minggu atau sekadar mencari angin segar di Taman Giat Tanjung.
”Selain ramah untuk anak, tamasya ke Taman Giat juga sangat hemat biaya. Yang penting keluarga bisa senang dan anak-anak bisa lepas bermain,” ujar Rahman dengan wajah sumringah.
Menggeliatnya kembali Taman Giat Tanjung tidak sekadar memberikan hiburan murah bagi warga, tetapi juga menjadi ladang rezeki baru yang menghidupkan urat nadi perekonomian pelaku usaha kecil (UMKM).
Di sudut-sudut taman, menjamur jasa penyewaan wahana permainan anak, mulai dari mobil-mobilan elektrik, skuter, area mewarnai di atas sterofom, hingga para penjual mainan keliling. Lapak kuliner pun hampir tak pernah sepi pembeli.
Rafi, salah seorang penyedia jasa sewa skuter anak, mengakui adanya lonjakan pendapatan yang signifikan sejak taman ini bersolek rapi.
”Kalau malam liburan atau malam Minggu, pengunjungnya ramai sekali. Alhamdulillah, penyewaan skuter selalu penuh antrean,” ucap Rafi bersyukur.
Melalui sentuhan renovasi yang tepat, Pemkab Tabalong tidak hanya berhasil menyelamatkan sebuah situs bersejarah dari kelupaan, tetapi juga berhasil menghidupkan ruang ketiga bagi warga: tempat di mana tawa anak-anak terdengar, kuliner lokal berputar, dan ekonomi kerakyatan tumbuh subur di bawah pendar lampu Kota Tanjung.(na)































































