TANJUNG, kontrasx.com – Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani mewanti-wanti agar aparatur sipil negara (ASN) tidak menggunakan LPG 3 Kilogram.
Hal tersebut Ia ingatkan usai Rakor pengawasan, evaluasi, dan distribusi gas LPG 3 kg di aula BPKAD Tabalong, Selasa (7/7).
“Untuk para ASN kami ingatkan untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi atau LPG 3 kilogram” ujarnya.
H Fani menyatakan bahwa sebagian ASN masih ada yang menggunakan LPG bersubsidi tersebut.
“Saya dapat data masih ada beberapa ASN dilaporkan menggunakan LPG 3 kilogram” tegasnya.
“Kami berharap gunakan kesadaran kita bahwa LPG 3 Kg ini diperuntukkan untuk masyarakat miskin” timpalnya.
Ia juga menuturkan memperketat aturan pembelian LPG 3 kg bersubsidi dengan mewajibkan konsumen menggunakan satu Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sah untuk sekali transaksi.
“Ini akan terus kita awasi dari agen, pangkalan, atau bahkan sampai ke pengecer” tuturnya.
Sementara itu, Perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, Syaiful Awal mengatakan harga penjualan LPG bersubsidi yang ditemukan mahal hingga mencapai sebesar Rp40 ribu – Rp60 ribu tersebut berada di tingkat pengecer.
“Untuk itu ke depannya kami akan melakukan monitoring bersama secara langsung sampai ketahap pengguna langsung” katanya. (Can)































































