Tanjung, kontrasx.com – Pemerintah Kabupaten Tabalong terus memperkuat komitmennya dalam memitigasi pernikahan dini serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Hal ini ditegaskan dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi peserta lembaga penyedia layanan rujukan dan jejaring Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang digelar pada Kamis (2/7).
Dalam sambutannya, Bupati Tabalong menyoroti keterkaitan erat antara angka kemiskinan, tingkat pendidikan, dan tingginya kasus pernikahan usia anak di wilayahnya.
Bupati mengungkapkan bahwa mayoritas kepala keluarga yang berada di garis kemiskinan di Kabupaten Tabalong merupakan lulusan SD dan SMP. Kondisi ini dinilai linier dengan rentannya anak-anak mereka mengalami putus sekolah yang kemudian memicu terjadinya pernikahan dini.
”Jangan sampai ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah. Harapan kita, anak-anak Tabalong terus bersekolah minimal sampai jenjang SMA. Jika pendidikan ini berjalan terus, maka pernikahan dini otomatis bisa kita mitigasi,” tegas Bupati.
Ia meminta kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari tingkat desa, kecamatan, kader PKK, hingga posyandu untuk aktif melaporkan jika menemukan anak yang terancam putus sekolah akibat faktor ekonomi agar segera diberikan bantuan dan intervensi.
Bupati mengingatkan bahwa pernikahan dini membawa dampak buruk yang kompleks bagi masa depan generasi Tabalong. Berdasarkan laporan yang diterima, pernikahan di usia yang belum matang sering kali memicu berbagai masalah sosial baru, seperti ketidakstabilan emosi, kerapuhan ekonomi dan kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) serta Ancaman Stunting.
“Oleh karena itu, peran Puspaga di sini dinilai sangat vital. Puspaga tidak hanya fokus pada pengobatan masalah yang sudah terjadi (kuratif), melainkan memperkuat langkah-langkah pencegahan (preventif) seperti pemberian konseling dan pendampingan yang intensif” tandas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Tabalong memastikan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi dari para tokoh agama (KUA) untuk edukasi pra-nikah, serta para guru di sekolah untuk memberikan motivasi berkelanjutan kepada para siswa.
Sebagai langkah konkret mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi bagi anak-anak daerah, Bupati membagikan sebuah kabar baik. Pemkab Tabalong direncanakan akan bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk membuka Program Studi di Tabalong pada tahun 2027 mendatang.
Melalui program ini, anak-anak asli Tabalong yang ingin melanjutkan kuliah ke ULM tidak perlu lagi merantau jauh ke Banjarmasin, melainkan bisa menempuh pendidikan tinggi langsung di daerah sendiri.
“Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak generasi Tabalong yang lebih maju, berpendidikan tinggi, dan bebas dari jerat pernikahan usia dini” pungkasnya (red)
































































