Tanjung, kontrasx.com – Mewujudkan visi besar Bupati Tabalong dalam program prioritas “Tabalong Pasti Sehat” memerlukan terobosan baru yang menyentuh akar rumput. Di ruang kerjanya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, H. Baihaqi, membeberkan strategi dan pandangan barunya untuk membenahi sektor kesehatan di Bumi Saraba Kawa.
Alih-alih sekadar mengobati orang sakit, H. Baihaqi menegaskan bahwa kunci utama dari tatanan kesehatan yang sukses adalah mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli dan mandiri terhadap kesehatannya sendiri.
H. Baihaqi menginginkan adanya pergeseran paradigma di tengah masyarakat Tabalong. Menurutnya, indikator keberhasilan kesehatan bukan dilihat dari seberapa banyak obat yang dihabiskan, melainkan seberapa tangguh masyarakat dalam mencegah penyakit.
“Harapan kami ke depannya, masyarakat datang ke Puskesmas atau rumah sakit boleh banyak, tapi bukan untuk berobat, melainkan untuk konsultasi tentang kesehatan,” ujar H. Baihaqi ramah.
Ia menjelaskan bahwa dalam dunia kesehatan terdapat empat pilar utama, promotif (promosi kesehatan), preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan), dan rehabilitatif (pemulihan).
Sebagai pemimpin baru di Dinas Kesehatan, ia berkomitmen untuk lebih mengedepankan sisi promotif dan preventif.
Sebagai contoh nyata, ia menyoroti penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan rukun tetangga (RT) atau kompleks perumahan. Selama ini, saat ada warga yang dirawat, masyarakat langsung meminta tindakan pengasapan (fogging).
“Fogging itu bukan solusi akhir dan bukan menyelesaikan masalah,” tegasnya.
“Kami akan memberdayakan kawan-kawan tenaga kesehatan lingkungan (kesling) dan promosi kesehatan untuk mengedukasi masyarakat. Yang paling utama adalah menjaga lingkungan dan memberantas sarang nyamuk, bukan mengandalkan fogging setelah ada yang sakit.” ujarnya lagi.
Untuk mensukseskan visi “Tabalong Pasti Sehat”, H. Baihaqi bergerak cepat melakukan pembenahan internal. Ia mengaku saat ini fokus menyamakan persepsi seluruh jajaran nakes dan pegawai Dinas Kesehatan agar memiliki satu arah tujuan yang sama.
Melalui pemetaan langsung ke lapangan, Dinas Kesehatan dapat menentukan skala prioritas pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan ke depan. Perbaikan pelayanan ini tidak hanya menyasar tingkat Puskesmas, namun juga menyentuh rumah sakit daerah yang berada di bawah naungan Dinkes.
H. Baihaqi mengakui telah menerima banyak masukan dari masyarakat terkait pelayanan rumah sakit. Langkah awal pun sudah diambil dengan memberikan arahan umum kepada pihak direksi.
“Kami akan menggelar rapat yang lebih khusus dengan manajemen rumah sakit. Keluhan masyarakat yang banyak masuk akan kami evaluasi, terutama mengenai dua hal utama: kebersihan dan kualitas pelayanan personal,” tandasnya.
Melalui komitmen pembenahan sistem internal dan edukasi masif ke masyarakat, Dinas Kesehatan Tabalong optimis tatanan lokasi sehat yang dicita-citakan Bupati dapat segera terwujud demi masyarakat Tabalong yang lebih sejahtera. (na)































































