TANJUNG, kontrasx.com –Memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tabalong gencar menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di berbagai tingkatan sekolah.
Langkah preventif ini merupakan komitmen nyata BNNK Tabalong untuk memberikan edukasi sejak dini. Diharapkan, para siswa baru memiliki tameng yang kuat untuk menolak pengaruh buruk narkotika demi masa depan yang gemilang.
Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, di antaranya SDIT An-Nahl Tabalong, SMAN 1 Tanta, SMKS Tabalong, dan SMKN 1 Tanjung.
Penyampaian materi di setiap sekolah dikemas secara interaktif dan disesuaikan dengan psikologi perkembangan usia para siswa.
Di SMAN 1 Tanta dengan tema “Narkoba dan Dampaknya Bagi Kehidupan” Diikuti oleh 55 siswa baru.
Materi disampaikan langsung oleh Penata Pemberantasan BNNK Tabalong, Yoto, S.AP. Para siswa tidak hanya diajarkan mengenali bahaya narkoba bagi kesehatan dan masa depan, tetapi juga diajak membuat video kampanye kreatif dengan menyerukan pesan aksi: “Bergerak Bersama Melawan Narkoba.”
Edukasi Sejak Dini untuk Anak Hebat Bertempat di Aula Yayasan Ashabul Kahfi Tabalong, SDIT An-Nahl Tabalong sosialisasi menyasar 316 siswa kelas 4 hingga kelas 6.
Pemateri BNNK Tabalong, Salapudin, S.Sos. (APK APBN Ahli Muda) dan Nikmah, A.Md. (Arsiparis Terampil), menggunakan pendekatan yang menyenangkan untuk menanamkan pemahaman dasar agar anak-anak bangga menjadi “Anak Hebat, Anak Sehat Tanpa Narkoba.”
Sementara di SMKS Tabalong bertemakan “Kupas Tuntas Narkoba, Rokok, dan HIV/AIDS” Sebanyak 206 siswa baru menerima materi mendalam mengenai dampak narkoba, bahaya rokok, hingga penularan HIV/AIDS.
Dibuka dengan sesi ice breaking yang seru agar suasana mencair, materi dipaparkan oleh Devi Khairatul Jannah, S.Psi. (Penyuluh Narkoba Ahli Pertama) bersama Dewi Ernawati, SKM. (Penata Layanan Operasional).
Selain edukasi bahaya zat adiktif dan perkembangan otak remaja, para siswa SMKS Tabalong juga diberikan pemahaman penting mengenai rehabilitasi. BNNK menekankan bahwa rehabilitasi adalah jalan pemulihan untuk menyelamatkan masa depan mereka yang terlanjur terjerumus, bukan sekadar hukuman.
BNNK Tabalong menaruh harapan besar agar para pelajar di Bumi Saraba Kawa dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang berani menolak narkoba di lingkungannya.
Namun, BNNK Tabalong menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendirian tapi membutuhkan dukungan bersama dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah, keluarga, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat. Bersama. (Rel)































































