
infografis
Tanjung, kontrasx.com– Bangun kesiangan saat sahur sering kali membuat mi instan menjadi pilihan terakhir karena praktis. Namun, di balik kemudahannya, mi instan sering dianggap kurang ideal sebagai asupan tenaga selama berpuasa.
Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir. Dilansir dari detik.com menurut Fitri Isnia Nuryani, S.Pt, seorang sarjana peternakan peminatan nutrition and feed technology dari IPB University, ada beberapa trik cerdas untuk menyulap mi instan menjadi menu sahur yang lebih bergizi dan mengenyangkan lebih lama.
Berikut adalah 5 langkah memperbaiki nutrisi mi instan saat sahur:
- Kurangi Penggunaan Bumbu: Langkah paling sederhana adalah memangkas asupan natrium yang biasanya membuat Anda cepat merasa haus di siang hari.
- Wajib Tambah Protein: Masukkan telur, ayam, atau sumber protein lainnya. Protein berfungsi memperlambat pengosongan lambung sehingga Anda tidak cepat merasa lapar.
- Lengkapi dengan Sayuran: Tambahkan sayuran tinggi kalium dan serat seperti bayam, brokoli, atau wortel untuk membantu menyeimbangkan kadar gula darah.
- Imbangi dengan Buah: Konsumsi buah-buahan seperti pisang, pepaya, atau alpukat setelah makan untuk asupan kalium tambahan.
- Cukupi Kebutuhan Cairan: Pastikan minum air putih yang cukup sebelum waktu imsak tiba untuk mengimbangi kadar natrium dari bumbu mi.
Dengan modifikasi sederhana ini, sahur dengan mi instan tetap bisa memberikan energi yang cukup untuk mendukung aktivitas Anda hingga waktu berbuka tiba.































































