TANJUNG, kontrasx.com – Rencana pembuatan WC di kantor DPRD Kabupaten Tabalong yang dikabarkan menelan anggaran sekitar Rp 1,4 miliar mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Terkait hal tersebut, Sekretaris DPRD (Sekwan) Tabalong Ady Fazar angkat bicara.
Ady menuturkan untuk luasan kantor DPRD tingkat Kabupaten, Tabalong merupakan yang terbesar di Kalsel, bahkan juga termasuk yang terbesar di Indonesia.
“Jumlah seluruh wc-nya ada 37 buah. Mungkin masyarakat mengira jumlah wc yang akan di perbaiki 3 atau 4 buah saja” jelasnya pada kontrasx.com, Jum’at (08/5).
Ia menerangkan wc tersebut berada di lantai satu dan lantai dua, dimana ruangan-ruangan kantor juga banyak.
“Bahkan di ruangan Wakil Ketua l dan Wakil Ketua dua tidak ada wc-nya. Termasuk mushala kita disini juga tidak ada wc-nya. Di anggaran ini kita masukkan perencanaan pembuatannya” terangnya.
Ia mengungkapkan saat ini kondisi sebagian wc sudah tidak bisa difungsikan karena rusak ataupun tidak berfungsi optimal.
“Beberapa rusak, tidak bisa dipakai. Di ruangan Ketua DPRD saja wc-nya buntu dan saluran pipanisasinya ada rembesan, ini termasuk yang akan kita perbaiki” ujarnya.
Ady yang baru menjabat sebagai Sekwan bulan Februari tadi menyampaikan dalam beberapa tahun terakhir hanya ada perawatan kecil saja yang dilakukan terhadap wc yang ada.
“Informasi dari kawan-kawan disini memang sudah cukup lama tidak ada perawatan menyeluruh, hanya perawatan ringan saja” katanya.
“Wc kita juga belum standar, dalam arti untuk pria dan wanita masih gabung, rencananya mau kita pisah” timpalnya.
Di sisi lain ia pun mengakui tingkat kunjungan dari luar daerah ke DPRD Tabalong cukup tinggi, sehingga kondisi wc yang nyaman dan bersih dibutuhkan.
“Kunjungan dari luar daerah ke tempat kita dalam satu minggu 3 sampai 4 kali. Tak elok kalau orang mau ke belakang wc kita banyak rusak” ucapnya.
Menurutnya anggaran sekitar Rp 1,4 miliar tersebut masih berupa Pagu.
“Angka tersebut hasil hitungan dari konsultan perencana. Itu masih pagu anggaran, sangat mungkin nanti realisasinya tidak sampai segitu. Untuk soal teknis ada tim konsultan yang menghitung” bebernya.
Ady menegaskan rehabilitasi semua wc ini sifatnya masih perencanaan dan hingga saat ini belum dikerjakan.
“Belum dilaksanakan, masih rencana” tegasnya.
Memastikan bahwa proses perencanaan dan penganggaran sesuai dengan mekanisme, pihaknya juga sudah bersurat ke Inspektorat Daerah untuk melakukan pemeriksaan pendahuluan atau Probity Audit.
“Kita minta probity audit pada Inspektorat, nanti mereka akan mengeluarkan advice dan rekomendasi sebagai acuan, baru bisa dilaksanakan” ujarnya.
Ia menyatakan kegiatan yang akan dilaksanakan dengan anggaran tersebut sifatnya menyeluruh, mulai dari perbaikan pipanisasi, saluran pembuangan, septitank yang buntu, bagian flapon, kloset duduk dan berdiri dan hal terkait lainnya.
Mengenai pagu anggaran yang dinilai masyarakat fantastik, Ady tak menampik kalau hal tersebut mendapat perhatian luas.
“Wajar saja mendapat perhatian dari masyarakat karena yang ramai Itu kan tidak ada penjelasannya sama sekali. Pada hal angka tersebut keseluruhan untuk 37 wc dan penambahannya” tuturnya.
Pihaknya pun mempersilakan masyarakat yang ingin berkunjung ke kantor DPRD untuk melihat kondisi riil di lapangan.
“Silakan masyakat kalau mau berkunjung ke kantor DPRD, melihat-lihat kondisinya secara langsung” tukasnya.
Dari pantauan dilapangan, tampak beberapa kloset duduk dan berdiri yang rusak dan sudah tidak bisa digunakan lagi. (Boel)






























































