Tanjung, kontrasx.com– Halaman Gedung Sarabakawa tampak lebih berwarna pada Selasa (5/5) pagi. Di tengah hiruk-pikuk pengukuhan siswa SMA 1 Tanjung, deretan buket bunga, boneka, hingga buket uang tertata rapi, memikat mata para orang tua dan kerabat yang hadir.
Di balik lapak yang ramai pengunjung tersebut, ada sosok Uci (23), pemilik Zyada Craft. Gadis muda ini merupakan contoh nyata pelaku UMKM yang jeli menangkap peluang di setiap perayaan momen spesial.
Keberhasilan Uci hari ini tidak datang dalam semalam. Ia mengenang kembali awal mula membangun bisnisnya pada tahun 2019, tepat sebelum pandemi Covid-19 menghantam dunia usaha. Di tengah masa sulit tersebut, Uci justru memilih untuk mengasah kreativitasnya.
“Saya belajar secara otodidak lewat YouTube tentang bagaimana merangkai bunga dan membuat buket yang menarik. Alhamdulillah, ternyata buket buatan kami banyak peminatnya,” ujar gadis berkerudung ini dengan senyum sumringah.
Kini, bisnis yang dirintisnya dari nol itu telah berkembang pesat. Tak hanya mengandalkan pemasaran daring, Uci juga telah mengoperasikan sebuah toko fisik di Tanjung yang kini ramai dikunjungi pelanggan untuk berbagai keperluan, mulai dari lamaran hingga pernikahan.
Momen pengukuhan sekolah seperti di SMA 1 Tanjung menjadi ladang rejeki bagi Zyada Craft. Uci mematok harga yang sangat kompetitif dan inklusif, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung kerumitan dan bahan yang digunakan, baik itu bunga plastik, jajanan, hingga bunga asli.
Bagi pengunjung, kehadiran Zyada Craft menjadi pelengkap kebahagiaan. Buket-buket cantik ini seringkali menjadi aksesori wajib untuk sesi foto bersama keluarga dan teman dekat usai prosesi pengukuhan.
Meski acara sekolah menengah cukup menjanjikan, Uci memaparkan bahwa puncak keramaian biasanya terjadi saat wisuda TK Al-Qur’an.
“Yang paling ramai biasanya pas wisuda TK Al-Qur’an, karena pesertanya bisa mencapai ribuan orang,” ungkapnya.
Kegigihan Uci membuktikan bahwa usia muda dan keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk memulai bisnis. Dengan memanfaatkan platform digital untuk belajar dan ketekunan melihat kalender kegiatan daerah sebagai peluang pasar, ia berhasil mengubah hobi menjadi sumber penghasilan yang stabil.
Zyada Craft bukan sekadar tempat membeli bunga, melainkan simbol kreativitas anak muda Tanjung yang mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi pascapandemi.(na)






























































