TANJUNG, kontrasx.com – Tak hanya Kabupaten Tabalong yang kekurangan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), wilayah lainnya di Negeri ini juga mengalami hal yang serupa.
Masih banyak daerah yang satu Penyuluh bertugas lebih dari satu Desa.
Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI sekaligus Pj Swasembada Pangan Kalsel, Mulyono, Sp MM mengakui saat ini Pemerintah belum bisa memenuhi 1 Desa 1 Penyuluh.
“Saat ini (penyuluh) masih ada yang merangkap, kedepan PPL harus di tambah” ujarnya, Selasa (29/7) usai acara Temu Teknis Penyuluh Pertanian se-Tabalong di Hikun Agri Park.
Mulyono mengatakan di masa Presiden Prabowo setiap tahun jumlah PPL akan terus ditambah.
“Masa Presiden Prabowo setiap tahun akan terus ditambah. Pas berakhirnya masa beliau diharapkan 1 Desa satu Penyuluh bisa terpenuhi, itu harapan kita” katanya.
Ia pun menyebutkan Penyuluh berperan mengawal kegiatan pertanian baik dari Pusat maupun Daerah.
“Itu satu kesatuan” imbuhnya.
Terkait jumlah PPL di Tabalong yang jumlahnya masih kurang , Bupati H Muhammad Noor Rifani menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pertanian.
“Akan kita koordinasikan ke Kementan, PPL di tarik ke Pusat. Ada program 1 Desa 1 Penyuluh, supaya tidak over lapping” ucapnya.
Dari informasi yang di dapat, PPL akan menjadi pegawai Pemerintah Pusat dan keputusan ini efektif berlaku terhitung tahun 2026. (Boel)






























































