Jakarta, kontrasx.com – Forum Diskusi Strategis Studi Kajian Potensi Penumpang dan Kargo Transportasi Udara Kabupaten Tabalong mendapat dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat aktivasi Bandar Udara Warukin.
Forum tersebut dihadiri oleh Bupati Tabalong, Bupati Barito Timur, Ketua DPRD Kabupaten Tabalong, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, perwakilan Kementerian Perhubungan, Kepala Dishub Tabalong beserta jajaran SKPD terkait, serta Kepala Dishub Kabupaten Paser.
Konsultan dari PT Fistlight Aldyto Wahana selaku penyusun dokumen hasil studi menyampaikan besarnya potensi industri di Tabalong dan wilayah sekitarnya menjadi pertimbangan strategis dalam pengoperasian kembali Bandar Udara Warukin.
Aktivasi bandara dinilai akan meningkatkan mobilitas pelaku usaha, memperlancar koordinasi antarinstansi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah seperti Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, hingga Kabupaten Paser.
Dalam paparan studi disampaikan simulasi perhitungan tarif berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Rl Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, termasuk komponen tuslah, PPN, dan Airport Tax.
Dengan asumsi penggunaan pesawat berkapasitas 30 penumpang, estimasi tarif rute yang dapat dilayani adalah sebagai berikut:
- Warukin – Banjarmasin: sekitar Rp 734.000.
- Warukin – Balikpapan: sekitar Rp 900.000.
- Warukin – Jakarta (Bandar Udara Halim Perdanakusuma): hingga Rp 3.300.000.
- Warukin – Surabaya: hingga Rp2.000.025.
Bupati Tabalong HM Noor Rifani mengatakan pengembangan operasional Bandar Udara Warukin mendapat sambutan sangat positif dan dukungan luas dari seluruh pihak yang hadir.
“Keberadaan bandara telah menjadi kebutuhan strategis yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi, sekaligus meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat Tabalong dan daerah sekitarnya karena waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat” katanya, Jumat (13/02), di Jakarta Pusat.
Ia menambahkan langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti dengan pelaksanaan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak maskapai, dunia usaha, dan pemerintah daerah di sekitar Tabalong.
“Tahun depan Pemkab Tabalong mengupayakan penambahan Panjang lintasan dari saat ini 1.400 meter menjadi 1.600 meter sehingga pesawat Boeing juga dapat mendarat” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Barito Timur, M Yamin, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pengaktifan Bandar Udara Warukin.
Ia menegaskan operasional bandara akan mempercepat mobilitas masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia usaha, pariwisata, dan sektor-sektor lain yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Senada, External Relation Division Head PT Adaro Indonesia, Rinaldo Kurniawan, menyatakan pihaknya menyambut baik rencana reaktivasi Bandar Udara Warukin.
Menurutnya, kehadiran bandara ini akan mendukung efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan.
Dari dunia usaha, turut hadir pula perwakilan PT Alamtri Resources Indonesia, PT Putera Perkasa Abadi, dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama.
Sementara dari pihak maskapai, hadir Pjs Vice President Airport-Training PT Pelita Air Service serta Chief Commercial Officer Fly Jaya.
Melalui forum strategis ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan maskapai penerbangan dapat segera terwujud guna mempercepat realisasi operasional Bandar Udara Warukin sebagai simpul konektivitas baru dan pengungkit pertumbuhan ekonomi regional di Tabalong dan Kabupaten di sekitarnya.(Rel)































































