TANJUNG, kontrasx.com – Dua minggu pasca harga BBM jenis Pertamax dinaikkan, jumlah konsumen bahan bakar non subsidi ini di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Reguler Mabuun berkurang drastis.
Sebaliknya, konsumen pengguna BBM bersubsidi jenis Pertalite meningkat tajam.
Hal tersebut diungkapkan Pengawas SPBU Mabuun, Irwin Syahrianada.
“Antrian di Pertamax sangat jauh berkurang, turun drastis. Paling 3 atau 4 buah kendaraan saja, hampir tidak ada antrian, kecuali pertalite habis, mereka terpaksa beli pertamax ” bebernya pada kontrasx.com, Rabu (24/6) siang di ruang kerjanya.
Kondisi sebaliknya terjadi di pembelian Pertalite
“Kalau di Pertalite konsumennya meningkat, sampai 100 persen” imbuhnya.
Irwin mengatakan keadaan seperti ini sudah berlangsung sejak minggu lalu.
“Peralihannya (dari pertamax ke pertalite) terjadi sejak tanggal 15 Juni tadi, bahkan antriannya sampai ke SDN Mabuun. Biasanya di sekitar depan SPBU saja” ujarnya.
Menurutnya, saat ditanyakan ke konsumen, mereka sudah tidak sanggup lagi membeli Pertamax karena faktor harga.
“Kita tanya-tanya, alasannya karena harga Pertamax Rp 17.000 mereka tidak sanggup lagi. Kalau untuk seputaran wilayah Tanjung masih bisa, tapi untuk perjalan jauh tidak sanggup” ungkapnya.
Irwin menyampaikan hampir setiap hari ada saja konsumen yang datang mendaftar untuk berpindah QR ke Petalite.
“Rata-rata dalam sehari ada 10 orang yang datang ke sini mendaftarkan QR, pindah ke pertalite karena pertamax harganya ketinggian” jelasnya
Ia menambahkan antrian paling banyak adalah pengguna roda dua maupun roda empat.
Kouta pengisian Pertalite untuk kendaraan roda empat pun pihaknya naikkan menjadi 30 liter.
“Untuk SPBU Mabuun sebelumnya kan maksimal 20 liter, sekarang sudah kita naikan menjadi 30 liter atau Rp 300.000 untuk mobil. Kendaraan roda tetap 5 liter” pungkasnya. (Boel)

































































