TANJUNG, kontrasx.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong terus memberikan edukasi terkait penanggulangan bencana kepada pelajar di wilayah Bumi Saraba Kawa.
Secara bergiliran pelajar yang diberi edukasi dari tingkat SD, SMP, SMA dan pondok pesantren baik di wilayah Tengah, Selatan dan Utara Tabalong.
Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi menyampaikan kegiatan ini dalam rangka pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar.
“Kami melaksanakan edukasi dan simulasi penanggulangan bencana pada Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Ini dilakukan terhadap sekolah tingkat SD, SMP, SMA sederajat dan pondok pesantren” ucapnya kepada kontrasx.com, Senin (7/7).
Haris membeberkan pada kegiatan tersebut mereka memberikan materi edukasi meliputi pengenalan dasar tentang kebencanaan, pemahaman terhadap rambu-rambu bencana, penggunaan alat pelindung diri, hingga teknik penyelamatan.
“Siswa juga dikenalkan dengan satwa liar yang berpotensi membahayakan seperti ular berbisa dan tawon. Setelah materi disampaikan, para siswa langsung mengikuti simulasi, baik sebagai penyelamat maupun sebagai pihak yang terdampak bencana” bebernya.
Ia pun menyatakan edukasi kebencanaan bagi pelajar penting supaya mereka memiliki kesadaran dini dan mampu bersikap sigap saat bencana terjadi.
“Anak-anak adalah responder terdepan dan terdini dalam bencana. Setidaknya, mereka bisa menyelamatkan diri sendiri sebelum tim BPBD datang” ujarnya.
Ia menuturkan sampai saat ini ada 9 sekolah tersebar di semua wilayah Tabalong sudah mendapatkan edukasi kebencanaan tersebut.
“Terbaru, kami mengadakan edukasi di Pesantren Al Islam, Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung” tutur Haris.
Ia mengatakan di tahun ini pihaknya menargetkan tiga ribu siswa mendapatkan edukasi penanggulangan bencana.
“Sejak Januari hingga 16 Juni 2025 ada 9 sekolah dengan peserta sebanyak 4.450 siswa. Hingga pertengahan ini sudah tercapai (target)” katanya.
Meski target telah tercapai, BPBD Tabalong berencana tetap melanjutkan program edukasi ini.
“Setelah libur sekolah berakhir, kami akan kembali menyambangi sekolah-sekolah untuk melanjutkan edukasi kesiapsiagaan bencana” tukasnya.
Haris menambahkan tak hanya siswa, para guru juga mendapatkan edukasi kebencanaan tersebut. (Can)































































