TANJUNG, kontrasx.com – Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi menyatakan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Karhutla diwilayahnya akan melibatkan seluruh unsur Pentahelix termasuk media massa.
Hal tersebut ia sampaikan saat rapat koordinasi kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi yang dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Desa, Camat, organisasi masyarakat, perwakilan perusahaan dan UPBS, Selasa (12/8).
“Termasuk unsur komunitas, organisasi, masyarakat, lembaga adat, pelaku usaha, akademis dan unsur pentahelix lainnya yaitu media massa yang ada di Kabupaten Tabalong” ucapnya.
Haris menuturkan saat ini Tabalong sudah menetapkan siaga darurat Karhutla.
“Hari ini Tabalong sudah menetapkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan” tuturnya.
Ia menjelaskan penetapan status ini berdasarkan data BMKG dan laporan jajarannya di lapangan.
“Laporan kami sudah ada 13 kejadian (Karhutla) tapi saat ini yang terbakar hanya lahan. Selain itu berdasarkan pantauan titik panas atau hotspot terjadi peningkatan sampai hari ini ada 25 hotspot, itu adalah gejala-gejala terjadinya kebakaran” jelasnya.
“Potensi berdasarkan BMKG dari akhir Agustus sampai September kita masih kondisi kemarau” timpalnya.
Ia menuturkan usai penetapan status ini pihaknya akan segera melaksanakan apel kesiapsiagaan dan pembentukan satgas Karhutla.
“Kemudian dalam rangka kordinasi dan upaya pencegahan kita akan mendirikan posko Karhutla di Kelurahan Mabu’un” tuturnya.
Haris pun menghimbau masyarakat agar turut serta menanggulangi bencana Karhutla.
“Kami himbau kepada masyarakat terkait musim kemarau agar bijak dalam membuka lahan pertanian ataupun perkebunan dan apabila terjadi kebakaran segera melapor ke aparat desa, kecamatan dan ke BPBD” tandasnya. (Can)






























































