TANJUNG, kontrasx.com – Bupati Tabalong, Ir. H. Muhammad Noor Rifani (H. Fani), menekankan pentingnya peran media dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Hal ini disampaikannya saat menggelar buka puasa bersama insan pers, LSM, serikat pekerja, dan penggiat medsos di kediaman resminya, Jumat (6/3) petang.
H. Fani menegaskan bahwa sinergi informasi adalah kunci agar program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Tolong diinformasikan program-program ini. Sebab, apa pun program yang bagus, kalau tidak diinformasikan, masyarakat tidak akan tahu,” ujar Bupati di hadapan para undangan.
Lebih lanjut, ia menyatakan sangat terbuka terhadap masukan maupun kritik dari lapangan yang disampaikan oleh wartawan maupun aktivis LSM. Menurutnya, informasi dari masyarakat merupakan kontrol penting bagi jalannya pemerintahan.
“Kalau ada hal-hal yang terjadi di lapangan ada yang kurang, informasikan saja ke kami. Kritik membangun tidak ada masalah bagi kami untuk menjadi lebih baik lagi. Tujuan kita sama, untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk Haji Fani atau Habib Taufan (Wabup), tapi bagaimana mewujudkan Tabalong Smart,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah strategi besar yang sedang dijalankan untuk menyiapkan Tabalong sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2028 mendatang.
Di sektor sumber daya manusia, Pemkab Tabalong telah menjalankan program on-job training yang bekerja sama dengan dunia usaha, seperti PT Conch, untuk menjawab tantangan Gen Z agar mampu bersaing di dunia kerja.
Dari sisi infrastruktur, H. Fani menargetkan Tabalong tidak hanya menjadi tempat perlintasan, tetapi menjadi destinasi tujuan ekonomi dari enam kabupaten/kota di sekitarnya.
“Kita siapkan jalan, trotoar hingga ke Mabu’un akan kita lebarkan agar orang nyaman ke Tanjung. Kita ingin orang datang ke Tabalong sudah berniat dari rumah untuk belanja di sini, sehingga ekonomi kita berputar,” tambahnya.
Fokus pada sektor pertanian juga menjadi prioritas, mengingat 60 persen penduduk Tabalong adalah petani. Melalui penambahan alat mesin pertanian (alsintan) dan program Rasda (Beras Daerah), angka kemiskinan di Tabalong berhasil ditekan dari 5,6 persen menjadi 4,97 persen.
Bupati juga menginformasikan adanya dana inklusi keuangan sebesar Rp 18 miliar melalui program Kredit Tabalong Smart dengan bunga 0 persen dan bebas biaya administrasi yang diperuntukkan bagi petani dan UMKM.
Kabar menggembirakan juga datang dari sektor transportasi udara. Bupati mengungkapkan bahwa proses pinjam pakai bandara dari DJKN dan Pertamina sudah resmi diterima.
“Tahun depan runway akan kita perpanjang lagi, sehingga pesawat jet bisa mendarat di Tabalong. Jika ini terwujud, masyarakat tidak perlu lagi menempuh 5 jam perjalanan darat ke Banjarbaru. Ini harapan kita semua,” tutupnya. (na)































































