TANJUNG, kontrasx.com – Diskusi Panel bertajuk “Relevansi Program 1.000 Sarjana dengan Kebutuhan Pembangunan Daerah” digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tanjung di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Kamis (05/2).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Milad HMI ke-97 dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tabalong, Abu Bakar Sidiq.
Abu menyampaikan tema yang diangkat pada kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabalong, yaitu Tabalong SMaRT.
“Salah satu penekanan utamanya adalah pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing” ucapnya.
Ia menuturkan program beasiswa 1.000 sarjana merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah dalam mewujudkan pilar Tabalong SMaRT, khususnya pada aspek peningkatan kualitas SDM.
“Kami berharap para penerima beasiswa ini kelak tidak hanya menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi menjadi SDM Tabalong yang SMaRT, yakni memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas, serta kepedulian terhadap daerahnya” tuturnya.
Melalui diskusi panel ini, pihaknya berharap dapat dirumuskan gagasan dan rekomendasi yang konstruktif agar program 1.000 sarjana benar-benar relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Baik di bidang pendidikan, infrastruktur, ekonomi, energi, pertanian, maupun sektor-sektor strategis lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat” bebernya.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Tabalong sangat terbuka terhadap kolaborasi dan sinergi dengan HMI dan KAHMI sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
“Ini dalam rangka bersama-sama mewujudkan Tabalong SMaRT” kata Abu saat membacakan sambutan Bupati.
Sementara, Koordinator Presidium Majelis Daerah KAHMI Tabalong, Kadarisman menilai bahwa program 1000 sarjana dsri Pemerintah Tabalong adalah jawaban kritis yang senafas dengan tujuan HMI.
“Namun desain hulu beasiswa ini mesti bertaut pada desain kebijakan pada hilirisasinya, karena jika desain hilirisasi kebijakannya tidak disiapkan dengan baik, 1000 sarjana hanya akan melahirkan pengangguran baru intelektual” ujarnya.
Kadarisman menyampaikan selain itu hal penting lainnya program 1000 sarjana ini jangan berhenti pada persoalan organik perkuliahan.
“Sehingga mahasiswa lupa mengasah soft skill dan kosong dari kecerdasan emosional dan sosial yang menjadi modal pentingnya dalam relasi kehidupannya kelak” ucapnya.
Dikesempatan sama, Ketua Pelaksana Milad HMI ke 97, Ahmad Badaruddin mengatakan diskusi panel menghadirkan narasumber Prod Dr Uhaib As’ad Akademisi Kalsel.
“Selain diskusi panel kita melaksanakan donor darah dan diskusi ruang publik internal” pungkasnya. (Can)






























































