TANJUNG, kontrasx.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabalong masih dalam proses mencari sumber “masalah” yang menimpa sungai Jaing.
Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Tabalong, Erfin Nirza Siregar.
“Sampai saat ini (DLH) masih lakukan penelusuran, dimana sumber itu, sampai saat ini belum kami dapati sumbernya” ujarnya, kemarin.
Erfin mengungkapkan tidak gampang menyusuri sungai Jaing karena di sungai ini banyak yang beraktivitas di dalamnya.
“Tidak segampang itu susuri sungai karena banyak yang beraktivitas di dalamnya. Kita tidak boleh gegabah menentukan bahwa sumbernya ada di A, B dan C karena disitu ada multi aktivitas” bebernya.
“Kita tidak bisa begitu saja menjugde bahwa ini diakibatkan oleh salah satu aktivitas di dalam karena banyak aktivitas yang bermuara ke sungai Jaing yang akhirnya masuk ke sungai Tabalong. Termasuk aktivitas dunia usaha” timpalnya.
DLH juga berupaya agar sumber masalah yang terjadi di sungai Jaing bisa ditemukan.
“Temukan sumbernya, kumpulkan data yang dimiliki atas aktivitas yang ada disana, dari situ bisa diketahui aktivitas apa yang kemungkinkan menyebabkan seperti ini. Kita akan telusuri” tegasnya.
Menurutnya setiap aktivitas ada dokumen yang harus dipenuhi.
“Dipenuhi apa tidak. Kalau dokumen tidak dipenuhi kita minta lakukan pengawasan, kita akan koordinasi sesuai dengan kewenangannya. Kalau itu pertambangan maka ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)” terangnya.
Disinggung kapan perkiraan waktu baru bisa diketahui pangkal masalah di sungai Jaing, Erfin menyatakan akan secepatnya.
“Secepatnya, tadi pagi (Kamis) kita susuri” imbuhnya.
Erfin juga mengatakan kejadian ini belum pihaknya laporkan ke KLH.
“Belum, kita akan diskusi dengan pimpinan, dengan Bupati. Selanjutnya (baru) coba bikin penyampaian ke KLH sesuai peraturan perundang-undangan” jelasnya.
Menurutnya untuk melakukan pemantauan DLH mempunyai alat terbatas, sedang Kementerian memiliki alat yang lebih komplit untuk melakukan pemantauan sebesar ini.
Dari video yang beredar luas di media sosial, tampak aliran air berwarna coklat kehitaman dari sungai Jaing bertemu dengan aliran sungai Tabalong yang berwarna keruh kekuningan.
Pertemuan dari dua warna air yang sangat mencolok ini pun mendapat perhatian luas masyarakat. (Boel)

































































