TANJUNG, kontrasx.com – Sepanjang tahun 2025, Dinas Tenaga Kerja ( Disnaker) Tabalong mencatat pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) jumlahnya hampir mendekati angka seribu orang.
Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto menyampaikan tahun lalu PHK banyak terjadi di sektor pertambangan.
“Ini hasil laporan langsung dari perusahaan. PHK ada di sektor pertambangan, jumlahnya 397 orang” ujarnya pada kontrasx.com, baru-baru ini.
Hady mengatakan sektor lainnya yang mengalami PHK diantaranya ada di pertanian, perikanan dan perkebunan 35 orang, infrastruktur utilitas transportasi 27 orang dan sektor industri dasar kimia 8 orang.
“Totalnya dari bulan Januari sampai Desember 2025 ada 922 orang di PHK” jelasnya.
Ia menerangkan sesuai data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLHP), perusahaan yang ada di Tabalong jumlahnya sebanyak 584.
“Jumlah ini terbagi dalam tiga kategori, perusahaan besar, sedang dan kecil” imbuhnya.
Hady merincikan perusahaan skala besar sebanyak 45 dengan jumlah tenaga kerja 21.151 orang, skala sedang ada 69 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 3.396 orang dan perusahaan berskala kecil sebanyak 470 dengan tenaga kerja berjumlah 1.323 orang.
“Dari jumlah 584 perusahaan tersebut, total tenaga kerjanya ada 25.870 orang” tukasnya.
“Kalau kita konversi jumlah tenaga kerja dan jumlah PHK, persentase PHK tahun 2025 sekitar 3,5 persen” sambungnya.
Menurutnya sudah ada beberapa upaya yang dilakukan Pemda untuk menurunkan angka pengangguran di Tabalong.
“Ini signifikan, bisa dilihat dari target realiasi yang telah tercapai di tahun 2025. Diantarnya mencetak 15.000 tenaga terampil, ini jadi inovasi dan intervensi untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka” pungkasnya. (Boel)
































































