TANJUNG, kontrasx.com – Seorang anak berusia 5 tahun dilaporkan meninggal dunia di Sungai Tabalong Desa Pamarangan Kiwa RT 02, Kecamatan Tanjung, Kamis (23/7).
Bocah tersebut meninggal dunia diduga tenggelam usai bermain dan mandi di sungai tersebut.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 13.00 wita dan mengegerkan warga sekitar.
Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J melalui Kasi Humas, IPTU Heri Siswoyo menyampaikan korban diketahui bernama Al Fatih Muhammad Aqsa.
“Saat itu sedang bermain dan mandi di sungai bersama beberapa teman sebayanya. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga tidak dapat berenang sehingga tenggelam di aliran sungai” ujarnya.
Heri menyebut mengetahui korban tidak kunjung pulang ke kediamannya,, ibunya bersama keluarga segera melakukan pencarian setelah memperoleh informasi dari teman-teman korban.
“Keluarga kemudian melakukan penyelaman di lokasi kejadian, hingga sekitar pukul 14.30 WITA korban berhasil ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman kurang lebih 4 meter dan berjarak sekitar 50 meter dari lokasi awal korban mandi” sebutnya.
Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD H. Badaruddin Kasim Tanjung untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polres Tabalong langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap para saksi, melayat ke rumah duka, serta membuat berita acara pernyataan penolakan autopsi atas permintaan pihak keluarga. Seluruh rangkaian penanganan berlangsung dengan aman dan lancar.
Ia pun mengimbau kepada seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar sungai maupun perairan lainnya.
“Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah terjadinya musibah serupa, terlebih bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang” imbaunya.
“Polres Tabalong turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama bagi anak-anak” pungkas Heri. (Can)
































































