TANJUNG, kontrasx.com – Memotong hewan qurban saat Hari Raya Idul Adha di Desa Masukau Kecamatan Murung Pudak dilaksanaakan hampir setiap tahun.
Bahkan, kebiasaan yaang sarat nilai ibadah bagi umat Islam ini khususnya di RT 06 dan 07 Desa Masukau sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Tokoh agama Desa Masukau, H Mahyuni menuturkan memotong hewan qurban di desanya sudah berlangsung sejak tahun 1970.
“Sudah sejak lama, mulai tahun 1970 sampai sekarang. Di masukau hampir tidak pernah tidak melaksanakan pemotongan hewan kalau Hari Raya Idul Adha” bebernya pada kontrasx.com, Rabu, (27/5) menjelang siang.
H Mahyuni menuturkan pada awalnya jenis hewan yang di potong adalah Hadangan (Kerbau).
“Kalau dulu yang disembelih hadangan, belinya di Alabio (HSU). Namun sekitar tahun 1990-an hewan yang di potong sapi” jelasnya.
Pria kelahiran tahun 1960 ini mengatakan pembiayaan untuk membeli hewan qurban berasal dari iuran masyarakat.
“Istilah kami disini arisan qurban atau handil qurban, kita urunan. Ini sifatnya sukarela, tidak ada paksaan. Siapa yang mau ikut saja” ungkapnya.
Ia pun mengakui hampir dalam 10 tahun terakhir ada bantuan sapi qurban dari pihak PT Pertamina Tanjung.
Ketua Panitia pelaksana pemotongan hewan qurban, Mahyuni menambahkan tahun ini di RT 06 dan 07 Desa Masukau menyembelih 4 ekor.
“1 ekor sapi dari iuran warga, 1 sapi bantuan dari PT Pertamina dan 2 ekor kambing sumbangan warga” rincinya.
Mahyuni menambahkan sapi yang dibeli seharga Rp 30 juta.
“Harganya Rp 30 juta, jumlah daging ditaksir sekitar 145 kg” ujarnya.
Menurutnya uang tersebut berasal dari iuran warga yang ikut handil qurban.
“Jumlahnya ada 91 orang. Per orangnya kena biaya Rp 330.000” imbuhnya.
Meskipun demikian, warga yang tidak ikut tetap di beri daging qurban.
“Warga yang tidak ikut tetap kita beri. Kalau sapi bantuan dari Pertamina dagingnya kita bagi untuk semua warga RT 06 dan 07, termasuk kambing sumbangan” terangnya.
“Untuk pemotongan daging kita lakukan secara gotong royong. Kalau sudah selesai kita umumkan dengan pengeras suara di Langgar untuk diambil. Sedang bagi warga yang tidak ikut hadilan kita antar ke rumah masing-masing” sambungnya.
Mahyuni pun berharap agenda tahun ini tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan menambah keakraban antar warga” pungkasnya. (Boel)
































































