Tanjung kontrasx.com – Mengenal huruf merupakan salah satu tahapan penting dalam perkembangan literasi anak usia dini. Namun, proses tersebut tidak selalu berjalan mudah. Sebagian anak membutuhkan waktu lebih lama untuk membedakan bentuk huruf, terutama ketika pembelajaran hanya mengandalkan media visual seperti buku atau kartu bergambar.
Kondisi inilah yang mendorong TK Manarul Ilmi Kambitin menghadirkan inovasi SERBA ABC (Sensasi Raba Huruf ABC) sebagai alternatif pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik anak.
SERBA ABC dikembangkan dalam bentuk kartu huruf A hingga Z berbahan karton tebal dengan permukaan huruf bertekstur menggunakan pasir kasar. Melalui media tersebut, anak tidak hanya melihat bentuk huruf, tetapi juga merabanya menggunakan ujung jari sambil mendengarkan guru menyebutkan nama dan bunyi huruf. Aktivitas sederhana itu menghadirkan pengalaman belajar yang melibatkan penglihatan, sentuhan, pendengaran, dan kemampuan berbicara secara bersamaan.
Guru TK Manarul Ilmi Kambitin, Nor Laila, S.Pd mengatakan, ide pengembangan SERBA ABC muncul dari pengamatan terhadap proses belajar di kelas. Menurutnya, setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda sehingga diperlukan media yang mampu menjangkau lebih banyak gaya belajar.
“Anak usia dini belajar melalui pengalaman yang mereka alami secara langsung. Media ini membantu anak lebih mudah mengenal huruf karena mereka belajar sambil bermain. Dalam satu kegiatan, seluruh panca indera anak dimaksimalkan. Mereka melihat bentuk huruf, merabanya, mendengar bunyinya, lalu mengucapkannya kembali. Proses itu membuat anak lebih cepat memahami dan mengingat,” katanya.
Penerapan SERBA ABC tidak berlangsung dalam suasana belajar yang kaku. Guru memadukan penggunaan kartu huruf dengan permainan, lagu, cerita, dan aktivitas mencari pasangan huruf sehingga anak tetap aktif bergerak selama mengikuti pembelajaran. Cara tersebut membuat anak lebih berani mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan ketika mengenali huruf.
Perubahan itu juga dirasakan para orang tua. Salah seorang wali murid mengaku anaknya kini lebih antusias ketika diajak belajar di rumah. Menurutnya, anak tidak lagi menganggap kegiatan belajar sebagai sesuatu yang membebani.
“Yang membuat saya senang, anak tidak merasa sedang dipaksa belajar atau menghafal. Mereka menganggapnya seperti bermain. Karena suasananya menyenangkan, anak lebih mudah mengingat huruf yang dipelajari di sekolah. Bahkan di rumah, anak sering meminta bermain lagi menggunakan kartu huruf,” ujarnya.
Pendekatan multisensori yang diterapkan melalui SERBA ABC dinilai memberi pengalaman belajar yang lebih utuh bagi anak usia dini. Selain membantu mengenalkan bentuk huruf, media tersebut juga melatih koordinasi gerak halus, konsentrasi, kemampuan menyimak, serta keberanian anak dalam berkomunikasi ketika menyebutkan bunyi huruf yang sedang dipelajari.
Bagi TK Manarul Ilmi Kambitin, inovasi tidak selalu harus lahir dari teknologi yang canggih atau perangkat dengan biaya tinggi. Media sederhana yang dirancang sesuai kebutuhan anak justru dapat memberikan dampak yang nyata terhadap proses belajar. Melalui SERBA ABC, sekolah berharap pembelajaran literasi awal menjadi lebih menyenangkan sekaligus memperkuat kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Di tengah semakin besarnya perhatian terhadap penguatan literasi sejak usia dini, SERBA ABC menjadi salah satu contoh bahwa kreativitas guru dapat menghadirkan solusi pembelajaran yang sederhana, mudah diterapkan, dan dekat dengan dunia anak. Pendekatan belajar sambil bermain yang diusung inovasi ini sekaligus mengingatkan bahwa proses mengenal huruf bukan sekadar menghafal alfabet, melainkan membangun pengalaman belajar yang akan menjadi fondasi bagi kemampuan membaca di masa mendatang. (rel)

































































