TANJUNG, kontrasx.com – Warga Tabalong terutama di Desa Kapar RT 11 Kecamatan Murung Pudak dibuat panik dinihari tadi, Minggu (31/5).
Kepanikan ini terjadi sekitar pukul 01.30 Wita lantaran “Si Jago Merah” mengamuk menghanguskan kontrakan 10 pintu.
Api dengan cepat melalap bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu.
Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J melalui Kasi Humas, IPTU Heri Siswoyo menyampaikan kontrakan 10 pintu tersebut diketahui milik Taufik.
“Rumah kontrakan tersebut terdiri dari 10 pintu yang sebagian ditempati dan sebagian lainnya dalam keadaan kosong” ucapnya.
Heri menerangkan menurut keterangan saksi api pertama kali diketahui setelah warga mendengar suara keributan di sekitar lokasi.
“Saat keluar rumah, warga melihat api telah membakar bagian tengah deretan rumah kontrakan dan dengan cepat merambat ke bangunan lain yang berdekatan” terangnya.
Ia menyebut salah satu penghuni kontrakan Susanto (51) dan istrinya Warsiti (35) saat itu sedang beristirahat dan mendengar teriakan warga.
“Mereka segera menyelamatkan diri dan membantu penghuni lainnya karena api telah menjalar ke rumah yang mereka tempati” sebutnya.
Ia menuturkan kobaran api yang cukup besar itu dapat diredakan saat pemadam kebakaran dan relawan datang ke lokasi kejadian.
“Setelah upaya pemadaman selama kurang lebih dua jam, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 03.30 Wita” tutur Heri.
Dugaan sementara, api berasal dari salah satu bidakan yang tidak ditempati sebelum kemudian menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
“Akibat kejadian tersebut, rumah milik Taufik dengan ukuran 10 x 40 meter mengalami kerusakan 100 persen. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp500 juta dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut” katanya.
Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Personel Polres Tabalong telah memasang garis polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, serta meminta keterangan dari para saksi guna mengungkap asal mula terjadinya kebakaran” ujarnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan kayu, serta memastikan instalasi listrik dan sumber api lainnya dalam kondisi aman” tandas Heri. (Can)































































