Tanjung, kontrasX.com – Udara malam yang biasanya sejuk di Desa Warukin RT 10, Kecamatan Tanta mendadak berubah mencekam seiring terkuaknya sebuah misteri dari balik dinding sebuah rumah kontrakan.
Seorang perempuan bernama Eka Dianti (32), warga Pakapuran, Kabupaten Hulu Sungai Utara Sabtu malam (6/6) ditemukan terbujur kaku tak bernyawa di dalam kamar.
Sebelumnya tetangga sebelah rumah mulai terusik oleh bau menyengat yang tak biasa. Kecurigaan menebal karena sudah beberapa hari terakhir, rumah tersebut tampak lengang tanpa aktivitas. Merasa ada yang tidak beres, warga kemudian melapor ke Ketua RT setempat.
Laporan akhirnya bermuara ke Polsek Tanta. Sekitar pukul 20.00 Wita, Kapolsek Tanta IPDA Aris Sufariadi bersama personelnya dan perangkat desa mendatangi lokasi.
Saat itu rumah dalam keadaan terkunci menggunakan gembok dari luar, begitu gembok dibuka paksa dan pintu berderit, kecurigaan warga terbukti. Di dalam kamar, Eka Dianti ditemukan sudah meninggal dunia.
“Saat ditemukan, rumah memang dalam keadaan terkunci dari luar. Petugas langsung mengamankan lokasi untuk kepentingan penyelidikan,” ujar Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo.
Tim Inafis Satreskrim Polres Tabalong yang dipimpin AKP Danang Eko Prasetyo langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di dalam rumah polisi menemukan dua unit telepon genggam, kartu identitas korban (Eka Dianti), Kartu identitas seorang laki-laki, Pecahan kumpang (sarung) parang, jepitan rambut yang rusak dan kabel yang terputus.
Berdasarkan penuturan warga, rumah tersebut selama ini dihuni oleh korban bersama seorang laki-laki. Status keduanya diketahui bukan pasangan suami istri.
Lebih mengejutkan lagi, beberapa hari sebelum aroma busuk itu tercium, warga sekitar mengaku sempat mendengar suara pertengkaran hebat dari dalam rumah.
Menanti Jawaban Medis
Siapa lelaki pemilik identitas yang tertinggal? Mengapa rumah digembok dari luar? Dan apa fungsi pecahan sarung parang serta kabel putus di dekat jenazah? Semua pertanyaan itu kini berada di meja penyidik Polres Tabalong.
Untuk memecahkan teka-teki penyebab pasti kematian Eka, jenazah telah diperiksa oleh dokter dan dijadwalkan akan dibawa ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin untuk proses autopsi.
Pihak kepolisian pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memicu rumor liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban. Serahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tegas IPTU Heri Siswoyo. (rel)
































































