TANJUNG, kontrasx.com – Pria berinisial MB yang dilaporkan atas dugaan pemukulan terhadap salah satu guru MAN 1 Tabalong, Iskandar (42), akhirnya buka suara.
MB dalam wawancaranya menyatakan aksi pemukulan menggunakan tangan terbuka (menampar) lantaran emosi karena yang bersangkutan berbelit-belit menanggapi bukti rekaman yang menyinggung MB.
“Saya menanyakan betul atau tidak rekaman suara Iskandar, tetapi dia menjawab bertele-tele. Saya reflek memukul dengan tangan terbuka (menampar) saat itu dia menangkis” ujarnya kepada kontrasx.com, Jum’at (12/6).
Ia menjelaskan dalam rekaman tersebut yang disinyalir suara Iskandar menjelek-jelekkan dan berkata kasar tentang dirinya.
“(Di rekaman itu) menyinggung dan berkata-kata kasar kepada saya dan para habaib, itulah yang membuat saya tersinggung” jelasnya.
Ia pun menceritakan bahwa yang bersangkutan juga pernah di bawa ke kantor kepolisian lantaran menghina salah satu ulama besar di Tabalong pada tahun 2020.
“Kami bawa ke Polres dan dibuatkan perjanjian agar tidak mengulangi lagi perbuatannya, setelah itu kami bawa Iskandar ini kepada ulama itu untuk meminta maaf dan selesai” bebernya.
Ia menyebut di tahun 2026 ini MB mendapat informasi bahwa yang bersangkutan sering dibeberapa kesempatan melakukan fitnah dan ujaran kebencian.
“Saat itu salah seorang murid Man 1 Tabalong melaporkan ke saya bahwa Iskandar memfitnah dan menghina saya tetapi si murid belum ada bukti. Saat itu saya suruh mendatangi lagi untuk merekam, ketika di rekam disitulah dia menyebut nama saya” sebutnya.
Untuk membuktikan informasi dan menyelesaikan masalah dengan baik tersebut, MB pun mencoba mendatangi yang bersangkutan di sekolah di hari Kamis (4/6/2026) namun tidak bertemu.
Lalu MB mencoba mendatangi rumah pribadi yang bersangkutan didampingi ketua RT setempat namun tidak bertemu. MB membantah adanya isu pengancaman dalam kedatangan tersebut.
“Disana kami terlebih dulu ke rumah RT untuk bersama RT sebagai saksi mendatangi rumahnya namun tidak ada. Tidak ada ancaman yang dikatakan seperti (stetmen) Iskandar” tegas MB.
Malam harinya, dirinya pun ditelpon kepolisian untuk mediasi pada hari Jum’at (5/6/2026) pukul 14.00 wita. Pada saat mediasi itulah terjadi insiden pemukulan tersebut.
“Saya tampar ini dalam keadaan tidak sadar karena sudah emosi ditanya bertele-tele, saat di tampar di juga menangkis. Jadi tidak ada luka, tidak ada kecacatan” ucapnya.
Ia pun mengakui perbuatannya dan menyatakan siap menghadapi proses hukum.
“Saya mengakui saya salah karena memukul, saya siap. Kalau mau diproses silahkan, kalau mau mediasi silahkan” ujarnya.
Dalam peristiwa ini, Ia turut melaporkan Iskandar ke Polres Tabalong atas dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.
“Saya datang ke sana (Polres) saya mengadu pencemaran nama baik. Orang ini sering mengucapkan ujaran kebencian, karena saya banyak bukti ucapannya” terangnya.
Meski begitu, Ia tetap membuka pintu maaf apabila yang bersangkutan mengakui perbuatannya.
“Seandainya dia mau proses ke hukum silahkan mediasi juga silahkan. Tapi saya minta jangan diulangi dan akui kesalahannya” kata MB.
MB mendesak pihak Kepala Sekolah serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tabalong untuk bertindak bijak dan tegas untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.
Terkait kejadian ini, Ia memohon maaf kepada pihak kepolisian terutama Polsek Murung Pudak atas peristiwa tersebut.
“Saya meminta maaf kepada Polsek Murung Pudak atas kejadian reflek ini tanpa disengaja” pungkasnya. (Can)
































































