TANJUNG, kontrasx.com – DPRD Kabupaten Tabalong memanggil PLN UP3 Barabai sebagai penanggungjawab wilayah Banua Anam, ULP PLN wilayah Tanjung, PT TPI dan PT MSW.
Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlipi mengungkapkan Pemanggilan ini merupakan tindaklanjut dari keluhan masyarakat terkait seringnya pemadaman lampu di Tabalong yang disampaikan pada Forkopimda pada tanggal 27 Juli tadi.
“Saat FGD bersama Forkopimda tersebut perwakilan masyarakat menyampaikan keluhan pemadaman listrik yang durasinya lama dan jarak waktunya cepat. Kemudian kita ambil langkah memanggil pihak terkait” jelasnya, Rabu (29/7) di ruang kerjanya.
Riza mengatakan sesuai penjelasan pihak perusahaan, baik PT TPI maupun PT MSW sudah maksimal memberikan suplai energi (daya listrik).
“TPI sudah maksimal suplai energi sebanyak 200 MW dan tidak ada kendala. TPI juga, menyuplai 16,5 MW pada PLN” bebernya.
Ia pun sempat mengutarakan permintaan agar listrik di wilayah Tabalong tetap menyala normal karena ada dua pembangkit listrik di Tabalong (TPI dan MSW).
“Setelah diskusi panjang, ternyata wilayah Kalsel dan Kalteng kekurangan daya yang besar, sedang sistem kelistrikan interkoneksi” terangnya.
“Karena sistem interkoneksi, tidak bisa Tabalong saja, harus Kalsel-Kalteng” timpalnya.
Meskipun demikian, masih ada kabar yang terbilang cukup menggembirakan. Riza menyampaikan ada kepastian kapan pembangkit listrik SLK (Kalteng) dan Asam-Asam selesai diperbaiki.
“SLK selesai diperbaiki pada 8 Agustus dan pembangkit Asam-Asam 25 Agustus 2026. Itu clear, sehingga suplai energi listrik Kalsel-Kalteng bisa maksimal” ujarnya.
Ia pun menyebutkan persoalan ini akan kembali dibahas secara terperinci dengan DPRD, pengusaha, pihak PLN, Mahasiswa, LSM, dan perwakilan masyarakat lainnya sehingga bisa memberi kepastian jawaban atas isu panas “mati lampu” yang beredar di masyarakat.
Riza menegaskan sebagai wakil rakyat, apapun keluhan dan masukan dari masyarakat, pihaknya siap perjuangkan.
“Kami dari rakyat dan dipilih rakyat. Apapun keluhan dan masukan dari masyarakat insyaallah kita siap membantu dan memperjuangkan. Masalah rakyat adalah masalah kami dan masalah daerah juga” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Manajer UP3 PLN Barabai, Arliansyah dalam forum diskusi menyampaikan permohonan maaf atas kondisi pemadaman listrik ini.
“Ada defisit daya pada pembangkit listrik. ” katanya.
Arliansyah menjelaskan saat ini sistem kelistrikan di Kalsel-Kalteng dalam kondisi Siaga karena ada pembangkit listrik tidak bisa beroperasi karena ada diantaranya yang rusak.
“SLK bisa masuk 8 Agustus, Asam-Asam akhir Agustus baru selesai (perbaikan) dan pulih sistemnya” ucapnya. (Boel)
Bahkan, guna mempercepat proses perbaikan, PLN menurunkan tim dari pusat.
“PLN juga turunkan tim dari pusat untuk membantu percepatan perbaikan” pungkasnya. (Boel)
































































