TANJUNG, kontrasx.com – Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, kekerasan seksual, anak yang berhadapan dengan hukum, maupun perkawinan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tabalong, Abu Bakar Sidiq.
“Memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendapatkan haknya merupakan tanggung jawab kita bersama” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati pada kegiatan koordinasi dan kerja sama lintas sektor yang digagas Dinsos P3AP2KB, Kamis (27/8) di Pendopo Bersinar Tanjung.
Abu mengatakan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan, perangkat daerah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, lembaga masyarakat, keluarga, serta seluruh masyarakat.
“Koordinasi seperti ini penting agar kita memiliki pemahaman dan langkah yang sama, baik dalam melakukan pencegahan maupun penanganan ketika terjadi persoalan” imbuhnya.
Ia menyebutkan dalam upaya perlindungan anak, pencegahan harus menjadi perhatian utama.
“Kita perlu memperkuat edukasi kepada anak dan orang tua, membangun lingkungan yang aman, serta meningkatkan kepedulian masyarakat agar persoalan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin” tandasnya.
Di tingkat masyarakat, diharapkan para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader, guru, dan seluruh unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan anak.
Abu juga menekankan pentingnya membangun sistem perlindungan anak yang terintegrasi. Ketika ada kasus, jangan sampai korban harus berpindah-pindah dan menghadapi proses yang justru semakin membebani mereka.
“Penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, aman, dan tetap memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak” tegasnya.
Seluruh pihak juga diminta untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi.
“Jika ada persoalan di lapangan, jangan ragu untuk segera berkoordinasi dan mengambil langkah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing” ucapnya.
Ia berharap kegiatan hari ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan langkah nyata dan kerja sama yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Semoga melalui sinergi dan kerja sama yang kuat, upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di Kabupaten Tabalong dapat terus kita tingkatkan” tukasnya. (Boel)

































































