H Fani Dorong Tabalong Jadi Pusat Sport Tourism
TANJUNG, kontrasx.com – Kejuaraan Tinju Tabalong Smart Piala Bupati dan Dandim 1008 resmi dibuka, Rabu (02/9) malam.
Event yang berlangsung di GOR Pembataan mulai tanggal 2 sampai 5 September ini langsung dibuka Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani.
Tercatat, ada puluhan atlet dari berbagai daerah di provinsi Kalimantan mengikuti ajang tersebut.
Bupati Tabalong, H Fani mengapresiasi event yang dilaksanakan Pertina Tabalong.
“Kami senang dan bangga Kabupaten Tabalong dapat menjadi tempat berkumpulnya para atlet dari berbagai daerah untuk mengikuti kejuaraan ini” ucapnya.
Ia menyatakan selain untuk bertanding, kehadiran peserta dari luar daerah memberikan dampak positif bagi daerah.
“Kegiatan olahraga seperti ini dapat kita kembangkan menjadi bagian dari sport tourism. Kedepan, kita berharap semakin banyak kegiatan olahraga yang dapat menarik peserta dari luar daerah dan sekaligus memperkenalkan Tabalong lebih luas” ujarnya.
Ia pun berpesan demi mendukung peningkatan kualitas atlet, diharapkan para pelatih dan ofisial dapat melakukan pembinaan secara berkelanjutan.
“Kita ingin atlet-atlet Tabalong tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional” harap H Fani.
Sementara, Ketua Pelaksana, Muhammad Dzaky Makarim menyebut kejuaraan kali ini perdana dilaksanakan di Bumi Saraba Kawa
“Kejuaraan tinju ini pertama kalinya diselenggarakan di Kabupaten Tabalong, tentunya ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami dan juga bagi Kabupaten Tabalong” sebutnya.
Dzaky menerangkan pada ajang ini mempertandingkan 2 kategori, yaitu Youth dan Elite dengan 39 kelas lomba.
“Jumlah keseluruhan peserta adalah 176 petinju dengan rincian 124 petinju putra dan 52 petinju putri, terbagi dalam Youth Putri 29 petinju, Youth Putra 50 petinju, Elite Putri 23 petinju dan Elite Putra 74 petinju” terangnya.
Ia menuturkan para peserta yang mengikuti kegiatan ini dari berbagai daerah di Kalimantan.
“Peserta yang mengikuti kejuaraan ini berasal dari 11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, serta dari 3 provinsi tetangga, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat” tuturnya.
Ia pun berharap kejuaraan ini bisa rutin dilaksanakan tiap tahunnya untuk mencetak bibit-bibit atlet petinju.
“Kami berharap melalui kejuaraan ini akan lahir atlet-atlet tinju berbakat yang nantinya mampu mengharumkan nama daerahnya bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional” harap Dzaky. (Can)

































































