TANJUNG, kontrasx.com – Diprediksi, puncak kemarau terjadi di bulan September ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi.
“Prediksi BMKG akhir kemarau di akhir September ini, puncaknya September. Kemudian akan melandai sampai Desember” terangnya dua hari lalu.
Haris juga menyebutkan dari Januari hingga minggu pertama September 2026, terdata lahan yang sudah terbakar seluas 184 hektar.
Dari pantauan dilapangan, khusus di wilayah Tabalong, awal kemarau dimulai sekitar bulan Mei atau sudah berlangsung hampir 5 bulan.
Meski ada hujan ringan, intensitasnya sangat kecil dan sifatnya sporadis.
Akibatnya, beberapa jenis tanaman perkebunan seperti pepakin dan durian milik masyarakat banyak yang rontok daun hingga mati karena faktor cuaca panas.
Terakhir, hujan terjadi pada Sabtu petang 5 September, dengan sebaran di beberapa wilayah dengan dengan intensitas rendah hingga sedang. (Boel)
































































