TANJUNG, kontrasx.com – Tim Penyuluh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Mabes TNI menyambangi kantor BPBD
Kabupaten Tabalong.
Kedatangan Tim dari mabes TNI ini langsung disambut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi dan jajaran.
Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho menyampaikan eskalasi karhutla di Tabalong relatif kecil jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalsel.
Kolonel Riyanto mengungkapkan selain memberikan penyuluhan karhutla, pihaknya juga merangkap sebagai tim pengamat.
“Kita juga merangkap sebagai tim pengamat, termasuk (mengamati) bagaimana kesiapan BBD dalam penanganan karhutla, bagaimana mitigasinya, termasuk sosialisasi dan edukasi pada masyarakat. Ini yang paling penting” bebernya, Jum’at (04/9) usai pertemuan.
Menurutnya, langkah pencegahan karhutla merupakan hal yang paling penting.
“Kalau bisa cegah sedini mungkin” tegasnya.
Kolonel Riyanto menilai dibandingkan daerah lain Tabalong relatif minim karhutla.
“Di Kalsel saja Tabalong relatif minim. Walaupun ada asap, sesuai informasi yang di dapat, kiriman dari daerah lain, karena arah angin. Sifatnya kita (Tabalong) terdampak” jelasnya
Ditengah kondisi kemarau seperti ini, Kolonel Riyanto berpesan pada masyarakat Tabalong untuk sedapat mungkin tidak membakar lahan, meski di lahan pribadi.
“Ancaman yang ditimbulkan sangat luar biasa karena kekeringan sudah mencapai fase klimaks, puncak kemarau di September ini. Untuk menghindari karhutla mohon dengan sangat masyarakat untuk tidak membakar lahan” katanya.
Sememtara itu, Kalak BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi memghimbau masyarakat untuk sebisa mungkin mengurangi aktifitas diluar rumah.
“Batasi aktifitas diluar ruangan, kalaupun harus tetap beraktifitas, gunakan masker” himbaunya.
Haris juga meminta masyarakat untuk memantau kondisi terkini atau prakiraan cuaca yang disampaikan institusi resmi seperti BMKG dan KLHK terkait Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). (Boel)

































































