TANJUNG, kontrasx.com – Sebuah terobosan baru dihadirkan oleh SMKN 1 Tanjung dalam menyalurkan minat dan bakat para siswanya.
Menggandeng Porserosi Tabalong, sekolah ini resmi meluncurkan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) sepatu roda dan skateboard yang menjadi pionir atau pertama kalinya diadakan oleh lingkungan sekolah di wilayah Tabalong bahkan Kalimantan Selatan.
Program yang baru berjalan sejak Agustus 2026 ini memanfaatkan potensi internal sekolah untuk mengakomodir minat dan bakat non-akademik para siswa.
Kepala SMKN 1 Tanjung, Lis Sulastrini menyampaikan ekskul tersebut diinisiasi langsung oleh tenaga pendidiknya yaitu Fikri Ade Putra, seorang guru produktif Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
“Instrukturnya dari guru sekolah kita, meskipun dia bukan guru olahraga tapi punya keahlian yang bisa dikembangkan atau mengakomodir minat, bakat anak-anak dalam olahraga sepatu roda atau skateboard” ucapnya, Rabu (23/9).
Lis menyambut baik dan memfasilitasi penuh inisiatif ini dan pihak sekolah mengizinkan lingkungan sekolah dijadikan tempat latihan agar aktivitas anak-anak tetap terpantau dengan aman.
“Selaku kepala sekolah, saya mengakomodir semua kegiatan yang melibatkan siswa, asalkan positif. Kegiatan ekskul ini dilakukan di luar jam belajar dan latihannya di lingkungan sekolah, sehingga mereka masih terpantau oleh guru yang bersangkutan” ujarnya.
Ia pun menjelaskan gagasan ekskul ini muncul lantaran sang guru sebelumnya melatih di luar sekolah dan melihat peminat terbesar justru berasal dari siswa SMKN 1 Tanjung sendiri.
“Ekskul ini akhirnya dibuka tidak hanya untuk internal sekolah, tetapi juga bagi siswa dari sekolah lain, anak-anak usia PAUD, TK, SD, bahkan terbuka untuk para guru” jelasnya.
Meski baru berjalan sekitar satu bulan, ekskul ini sudah mengukir prestasi yang membanggakan. Salah satu siswa SMKN 1 Tanjung berhasil meraih Juara 1 kategori pelajar untuk skateboard dalam kompetisi tingkat kabupaten yang digelar baru-baru ini.
“Alhamdulillah, antusias (ekskul) ini peminat anak-anak itu cukup baik dan kemarin ketika ada kompetisi di kabupaten, siswa kita mendapatkan juara 1 Skateboard untuk kategori pelajar” bebernya.
“(Pencapaian) ini menjadi indikator kuat bahwa olahraga ini memiliki potensi besar dan mendapat perhatian dari para pencinta olahraga ekstrem di Tabalong” timpalnya.
Lis mengatakan bentuk dukungan sekolah terhadap ekskul ini yaitu menyediakan fasilitas berupa area lapangan, sementara peralatan seperti sepatu roda dan skateboard masih dibawa mandiri oleh para peserta.
“Next, kedepannya kalau memang itu siswa banyak minat, maka kita akan siapkan juga sepatu roda maupun skateboardnya” katanya.
Ia pun ingin langkah yang diambil pihaknya terhadap perkembangan skateboard dan sepatu roda ini dapat diikuti oleh sekolah lain di Tabalong maupun di Kalimantan Selatan.
“Kita mungkin agak terlambat merespons tren olahraga ini, tapi ada pepatah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Harapannya tidak hanya cukup di sekolah kita, ini menginisiasi bagi sekolah-sekolah lain terutama SMK untuk melakukan kegiatan atau ekskul skateboard atau sepatu roda baik di kabupaten hingga di provinsi” tukasnya.
Sementara, Pelatih sekaligus Pengurus Porserosi Tabalong, Fikri Ade Putra menyampaikan inisiatif mengajukan ekskul ini ke sekolah lantaran melihat perkembangan olahraga tersebut semakin tinggi dan juga merupakan program Cabor (Cabang Olahraga).
“Awalnya kami latihan di luar. Karena mendapat tanggapan bagus dan ini juga masuk program dari Porserosi, kami coba menawarkan ke sekolah. Alhamdulillah disambut baik dan menjadi salah satu ekskul di SMKN 1 Tanjung” ujarnya.
Fikri menyebut saat ini sudah beberapa siswa yang rutin mengikuti ekskul yang dilaksanakan tiap hari Selasa dan Kamis pukul 16.30 wita.
“Saat ini tercatat ada 6 siswa yang fokus pada skateboard dan 4 siswa pada sepatu roda, ditambah beberapa peserta dari sekolah menengah lain serta anak-anak usia dini” sebutnya.
Ia pun berharap adanya ekskul ini menambah cara Porserosi Tabalong untuk mencetak bibit atlet unggul baik di Skateboard maupun Sepatu Roda.
“Ini jadi salah satu wadah kami untuk menjaring bibit-bibit atlet sepatu roda dan skateboard. Mudah-mudahan bisa mencetak atlet yang handal dan berprestasi di lokal hingga Nasional” pungkasnya. (Can)

































































