TANJUNG, kontrasx.com – Kepala Kesbangpol Tabalong, Arbuansyah mencetuskan inovasi Sinergi Antisipasi Potensi Konflik (Sigap).
Inovasi yang merupakan proyek perubahan ini diluncurkan dalam rangka penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam deteksi dini potensi konflik yang dilakukan Kesbangpol Tabalong.
Inovasi yang diluncurkan di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi itu mendapatkan dukungan langsung Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani bersama jajaran Forkopimda, Kamis (01/10).
Bupati Tabalong, H Fani menyambut baik inovasi dari Kepala Bakesbangpol tersebut.
“Semoga proyek perubahan ini memberikan kontribusi untuk mewujudkan Tabalong aman, damai dan kondusif dalam mendukung visi Tabalong Smart” ucapnya.
Sementara, Kepala Kesbangpol Tabalong, Arbuansyah menyebut inovasi Sigap dilatarbelakangi banyaknya konflik yang terjadi dan terdata dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini kita dasari dari banyaknya konflik-konflik yang kita data, mulai dari 2024 sampai 2025 ada sekitar 15 konflik. Jadi atas dasar itu kami mencoba untuk mensinergikan seluruh elemen masyarakat, seluruh pemangku kepentingan agar konflik kita tekan” sebutnya.
Arbuansyah menuturkan upaya menekan konflik ini dengan cara deteksi dini dan pencegahan dini melalui Sigap.
“(Inovasi) ini ada beberapa hal yang menjadi poin penting di antaranya identifikasi dan verifikasi potensi konflik, penyusunan peta konflik, penyusunan SOP deteksi dini dan pembentukan Forum Sigap. Jadi ada empat keluaran dalam proyek perubahan ini” tuturnya.
Ia membeberkan konflik yang terjadi di Tabalong yang sudah diverifikasi dan diidentifikasi cukup beragam mulai dari konflik Pemilu, konflik lahan, konflik masyarakat adat, termasuk penyakit masyarakat (Pekat) seperti prostitusi dan narkoba.
“Hal itu sudah kita identifikasi dan sudah petakan sampai ke tingkat kecamatan bahkan tingkat desa” bebernya.
Ia menyatakan inovasi Sigap tidak hanya melibatkan pemerintah dan aparat keamanan, juga seluruh elemen masyarakat dalam upaya mencegah dan meminimalisasi potensi konflik di Kabupaten Tabalong.
“Makanya proyek perubahan ini kita ambil judul penguatan sinergi, strategi penguatan sinergi antar pemangku kepentingan. Jadi, tidak hanya pemerintah, aparat keamanan, semua masyarakat juga berkepentingan terhadap proyek perubahan ini” tandas Arbuansyah. (Can)

































































