TANJUNG, kontrasx.com – Pemerintah Kabupaten Tabalong terus melakukan intervensi untuk mencegah peningkatan jumlah anak stunting diwilayahnya.
Intervensi ini dilakukan lantaran kini angka stunting di Kabupaten Tabalong mengalami peningkatan.
“Dari data yang ada di Tabalong ini ada kenaikan 5 persen” ujar Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani usai rapat koordinasi rencana aksi penanganan stunting di aula BPKAD, Rabu (3/12).
H Fani menyatakan berdasarkan data tersebut pihaknya pun terus gencar melakukan intervensi terhadap kasus stunting diwilayahnya.
“Maka itu pemerintah mengambil langkah-langkah strategis yaitu pertama melakukan persamaan data” ucapnya.
Ia menyatakan saat ini terdata ada 1.175 anak yang masuk dalam kategori stunting.
“Itu yang kita akan tangani dari 12 kecamatan, ini akan dibagi berdasarkan by name by address by kordinat anak stunting walaupun kriterianya berbeda-beda” bebernya.
Ia menjelaskan seluruh pihak akan terlibat untuk penanganan stunting diwilayah Tabalong.
“Kita bagi dengan seluruh SKPD, camat, desa juga melibatkan dunia usaha untuk melakukan penanganan sekaligus untuk jadi orangtua asuh dari anak-anak stunting” jelas H Fani.
H Fani pun yakin melalui intervensi ini anak stunting diwilayah Tabalong bisa berkurang.
“Kalau kita berkolaborasi dan bersinergi saya yakin dalam 2 sampai 3 bulan ini akan terjadi perubahan terkait jumlah anak-anak stunting” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan memaksimalkan peran orangtua asuh anak stunting diwilayahnya.
“Beda yang dulu cuma dititipkan, tapi orangtua asuh nantinya ini juga menyerahkan dan memantau langsung tingkat pertumbuhan anak-anak stunting. Dengan harapan ada ikatan emosional dan ada tanggung jawab untuk membina supaya mereka benar-benar keluar dari stunting” tandasnya. (Can)






























































