TANJUNG, kontrasx.com – Tak hanya mengandung nilai budaya dan sosial, makan batalam juga mengajarkan masyarakat untuk memenuhi gizi.
Camat Banua Lawas, H Suwandi menyampaikan didalam talam (nampan) terdapat lauk pauk yang lengkap.
“Ditalam ada lauknya, sayur kemudian ada buahnya, minimal kalau memerlukan gizi itu terpenuhi” ucapnya kepada kontrasx.com selepas peringatan maulid dan makan batalam di Lapangan 17 Mei Banua Lawas, Kamis (03/10).
Suwandi menyatakan hal tersebut dapat mengajarkan masyarakat untuk memenuhi gizinya.
“Ini menggambarkan makan betalam itu identik mengajarkan masyarakat pentingnya gizi di dalam tubuh kita” ujarnya.
Ia menerangkan makan batalam merupakan suatu tradisi di kecamatan Banua Lawas.
“Makan batalam seperti ini khas Kecamatan Banua Lawas di lain memang tidak ada, makanya kita angkat terus” terangnya.
Pihaknya pun akan terus mengembangkan dan melestarikan tradisi turun-temurun di masyarakat tersebut.
“Ini juga mendapat respon positif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong, Insyaallah rutin nanti dilestarikan dan dikembangkan” kata Suwandi.
Dalam kegiatan peringatan maulid nabi sekaligus makan batalam kali ini diikuti 15 desa se-Kecamatan Banua Lawas. (Can)






























































