Winarto : Penyertaan modal pemkab Tabalong Rp 31 Miliar, Deviden hanya Rp 770 juta
TANJUNG, kontrasx.com – Ingin mengetahui gambaran kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanjung Bersinar, Komisi ll DPRD Tabalong gelar Rapat Kerja.
Ketua Komisi ll DPRD Tabalong, H Winarto menuturkan hal ini berawal dari pembahasan LKPJ Pemda Tahun 2024 dimana pihaknya belum melihat gambaran hasil kinerja BPR.
“Kita belum melihatnya, berapa deviden yang disetor ke daerah, karena (saat itu) masih belum audit 2024 makanya kita adakan rapat kerja” jelasnya pada kontrasx.com, Senin (21/4) usai rapat.
Winarto menyatakan tahun 2024 Deviden yang dilaporkan BPR Tanjung Bersinar dari Rp 31,8 miliar penyertaan modal daerah dikurangi Rp 10 miliar untuk program Gerbang Emas yang lebih berorientasi sosial masih kurang maksimal.
“Ada Rp 770 juta yang disetorkan. Kami berfikir itu kurang maksimal. Tidak signifikan, dari (laba) Rp 1,5 miliar itu dibagi untuk Provinsi dan Bank kalsel. Untuk Tabalong murni dari Rp 31,8 miliar hanya Rp 770 juta masuk ke kas daerah” bebernya.
“Kita bicara penyertaan modal untuk keperluan komersil, kalau kegiatan sosial untuk membantu program pemerintah itu harus, dan kita support itu” tandasnya.
Ia pun berharap pada BPR kedepan penyertaan modal untuk komersil bisa dicari terobosan-terobosan baru sehingga laba yang dihasilkan signifikan antara modal kerja yang diberikan oleh Pemda melalui penyertaan modal dengan hasil yang diperoleh. “Sehingga tidak jadi bahan pertanyaan di masyarakat Tabalong, jangan sampai biaya operasional sangat tinggi, tidak berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh” tegasnya.
Terpisah, Direktur Kepatuhan dan Resiko BPR Tanjung Bersinar, Suhardi mengatakan sejak didirikan hingga sekarang akumulasi permodalan BPR dari Pemkab Tabalong jumlahnya Rp 31.861.200.000.
“Akumulasi sejak berdirinya BPR sampai sekarang, ini dari tiga BPR dulunya, sekarang sudah bergabung jadi satu” terangnya.
Suhardi menyebutkan selain itu juga ada penyertaan modal Pemerintah Provinsi sebesar Rp 2.783.500.000 dan dari Bank Kalsel Rp 355.300.000 sehingga total modal yang dimiliki BPR mencapai Rp 35 miliar.
Adapun laba yang diperoleh BPR tahun 2024 setelah pajak yakni Rp 1.539.741.052. (Boel)






























































