TANJUNG, kontrasx.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong menggelar evaluasi Survei Tingkat Kegemaran Membaca tahun 2025.
Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Dispersip Tabalong, Yumilda Trianingsih menerangkan pihaknya telah merampungkan survei TKM tahun 2025.
“Kemarin (Jum’at) kami melaksanakan rapat evaluasi hasil survei TKM tersebut. Kegiatan ini
dihadiri perwakilan dari Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)” jelasnya pada kontrasx.com, Sabtu (06/12).
Ia mengatakan kehadiran kedua instansi tersebut guna memastikan pelaksanaan survei TKM terlaksana sesuai dengan kaidah-kaidah statistik yang berlaku.
Yumilda menjelaskan survei TKM ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap akhir tahun.
“Survei ini adalah bagian dai Kajian Perpustakaan Indonesia tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan telah mendapat rekomendasi dari BPS” ujarnya.
Terkait hasil survei, ia menyampaikan bahwa hasil TKM 2025 saat ini belum terjadwal untuk di publis.
“Untuk jadwal publikasi hasil TKM kami perkirakan pada Januari 2026″ tukasnya.
Pentingnya Survei TKM
Yumilda membeberkan survei TKM merupakan kajian yang bertujuan mengukur kondisi dan perkembangan tingkat gemar membaca masyarakat di daerah maupun secara nasional.
Kegemaran membaca didefinisikan sebagai kegiatan membaca atau berinteraksi dengan bahan bacaan (cetak maupun digital) yang dilakukan dengan penuh antusiasme dan rasa senang, untuk memperoleh pengetahuan, informasi, serta pengalaman emosional yang bersifat hiburan.
”Perlu diketahui, survei ini bersifat anonim, memastikan bahwa respons responden tidak mengandung informasi identitas apa pun” imbuhnya.
Hasil survei TKM ini akan digunakan sebagai dasar penting untuk:
- Mengukur Kondisi Kegemaran Membaca: Mengetahui frekuensi, durasi, dan jenis bahan bacaan yang dikonsumsi masyarakat.
- Mengetahui Indikator Kinerja (IKK): Menjawab IKK bidang perpustakaan, seperti pemerataan layanan dan kecukupan koleksi.
- Evaluasi dan Rekomendasi Kebijakan: Menjadi dasar menyusun strategi pengembangan perpustakaan, program literasi, dan inovasi layanan yang lebih efektif.
- Mengembangkan Koleksi dan Layanan: Menyesuaikan pengadaan buku dan program kegiatan (bedah buku, workshop) dengan minat riil pembaca.
- Mengukur Dampak: Menilai kontribusi perpustakaan dan kegiatan literasi pada pendidikan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Yumilda menegaskan survei ini penting untuk memetakan lanskap literasi masyarakat dan memastikan bahwa upaya pengembangan perpustakaan dan promosi membaca di Tabalong benar-benar efektif dan relevan. (Boel)































































