TANJUNG, kontrasx.com – Puluhan siswa SMPN 4 Tanjung begitu seksama menerima materi penyuluhan hukum dari LBH Peduli Hukum dan Keadilan, Kamis (11/12).
Siswa yang merupakan perwakilan masing-masing kelas ini sesekali tanya jawab dengan pemateri. Tak hanya itu mereka turur mencatat apa yang disampaikan dalam penyuluhan hukum tersebut.
Plt Kepala SMPN 4 Tanjung, Imam Nashokha menuturkan dalam penyuluhan ini pihaknya menggandeng LBH Peduli Hukum dan Keadilan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah menyadarkan anak-anak kita terkait hak, kewajiban, hukum. Serta membangun generasi yang lebih paham dengan hukum dan bisa mematuhi di lingkungan sekolah dan msayarakat” tuturnya.
Imam menyebut seluruh siswa dilibatkan dalam penyuluhan hukum tersebut.
“Ada 400 lebih siswa dari kelas 7 sampai 9, dan yang mewakili kegiatan ini ada sekitar 7 persen” sebutnya.
Ia mengatakan kegiatan ini akan terus dilanjutkan pada tahun berikutnya.
“Ini kegiatan yang pertama kali, kedepan akan melanjutkan di semester selanjutnya” katanya.
“Kita ingin melibatkan lebih banyak lagi, tidak hanya pada siswa, tapi kita akan menggandeng Komite dan orang tua terkait kesadaran hukum” timpal Imam.
Sementara, Ketua LBH Peduli Hukum dan Keadilan, Irana Yudiartika menjelaskan pada penyuluhan ini pihaknya berfokus pada tema anak yang berhadapan dengan hukum.
“Bagaimana mereka mengenali aturan hukum secara umum. Baik itu di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat” jelasnya.
Irana menyampaikan selain hal tersebut pihaknya juga membekali terkait bullying.
“Kami mengharapkan para siswa-siswi ini bisa mengetahui dan memahami bahwa tindakan-tindakan yang mereka lakukan itu ada konsekuensi hukum, sehingga mereka akan mengenal dan menjauhi tindakan yang bisa dijerat hukuman” ucapnya.
Ia berharap kedepan para siswa bisa paham dan mengerti serta menjadi contoh teladan taat hukum.
“Diharapakan terciptanya peserta didik yang bisa sadar dan memahami aturan-aturan hukum itu sendiri” harapnya.
Ia menambahkan penyuluhan di SMPN 4 Tanjung jadi penutupan program pihaknya dan kedepan akan terus dilanjutkan.
“Kami akan terus menjalankan penyuluhan atau sosialisasi ini ke sekolah-sekolah” kata Irana. (Can)































































