Tanjung, kontrasx.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Tabalong melakukan pengujian sampel pangan secara massal di sejumlah Pasar Ramadhan di Kabupaten Tabalong pada Rabu (19/02).
Langkah ini merupakan upaya preventif untuk menjamin kesehatan masyarakat dari risiko penggunaan bahan kimia berbahaya pada menu buka puasa.
Kepala BPOM di Tabalong, Taufiqurrohman, S.Si., M.A.B., menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengamankan masyarakat dari potensi gangguan kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak layak.
“Prinsipnya, kami ingin mengamankan masyarakat Tabalong dari risiko yang mungkin muncul dari penyajian makanan secara massal. Kami tidak hanya menguji sampel, tapi juga memberikan edukasi ‘5 Kunci Keamanan Pangan’ kepada para pedagang,” ujarnya di sela pemeriksaan.
Hasil screening sementara di lapangan memberikan kabar baik. Tim BPOM belum menemukan adanya kandungan bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, maupun pewarna tekstil (Rhodamin B dan Metanil Yellow) pada sampel yang diuji.
“Sejauh ini kami belum menemukan satu pun bahan berbahaya. Kami sangat apresiasi karena tingkat kesadaran masyarakat dan pedagang mengenai keamanan pangan di Tabalong semakin meningkat,” tambah Taufiqurrohman.
Meski bebas dari bahan kimia berbahaya, BPOM mengingatkan para pedagang dan pembeli untuk tetap konsisten menjaga faktor higienitas. Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain dengan memastikan makanan yang dijajakan dalam keadaan tertutup untuk menghindari paparan debu dan lalat.
“Gunakan air yang benar-benar steril atau matang, bukan air mentah, terutama untuk saus atau kuah dan disarankan untuk menggunakan sarung tangan atau alat penjepit saat melayani pembeli guna meminimalisir kontak langsung” tandasnya.
Pengawasan ini tidak hanya terpusat di satu lokasi. Taufiqurrohman menegaskan bahwa timnya akan terus menyisir seluruh pusat keramaian Ramadhan di wilayah Tabalong, mulai dari kawasan Tanjung, Tanta, hingga wilayah Kelua.
“Semua warga negara di manapun berada berhak untuk mendapatkan keadilan sosial, termasuk dalam hal keamanan pangan yang mereka konsumsi,” pungkasnya. (na)































































