TANJUNG, kontrasx.com – Pemkab Tabalong menggelar Rapat Koordinasi Kota Layak Anak (KLA) tingkat Kabupaten dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.
Bupati Tabalong, HM Noor Rifani menyatakan Pemkab sangat memperhatikan perkembangan sumber daya manusia dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
“Anak adalah aset masa depan daerah yang haknya harus dipenuhi” jelasnya, Kamis (05/3) di Pendopo Bersinar Tanjung.
H Fani membeberkan beberapa upaya yang sudah dilakukan Pemkab Tabalong dalam mendukung KLA seperti pemberian beasiswa, 1 Desa 1 Wifi, termasuk RTH ramah anak.
“Ini langkah strategis yang kita lakukan” tandasnya.
Ia juga berharap seluruh fasilitas publik bisa menyediakan ruang beraktifitas dan bermain yang layak anak seperti kantor kecamatan, Puskesmas, Rumah Sakit, Mall Pelayanan Publik hingga kantor Disdukcapil.
Fasilitas taman bermain juga dimintanya untuk dibenahi.
“Kita juga akan berkolaborasi dengan Kemenag dan Dewan Mesjid. Bagi Mesjid yang menerima bantuan agar halaman mesjidnya yang luas bisa menjadi tempat ramah anak. Kita ingin memastikan bahwa Kabupaten memberi perhatian pada anak” tuturnya.
Meski ada sistem penilaian KLA bagi Kabupaten, H Fani menegaskan esensi utamanya adalah tumbuh-kembang anak.
“Penilaian ini ikutan saja, tapi bagaimanan anak berkembang, baik dari sisi rohani maupun jasmani” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3KB Tabalong, Syam’ani menyampaikan rapat koordinasi ini merupakan bagian penting dalam upaya percepatan KLA .
“Ini juga rangkaian dari evaluasi KLA 2026. Kita berharap dukungan dan peran aktif seluruh stakeholders” imbuhnya.
Ia menambahkan kegiatan ini juga bertujuan menyamakan persepsi semua pemangku kepentingan.
Rapat koordinasi yang juga melibatkan perusahaan, instansi vertikal, media massa hingga perwakilan anak ini dipandu Ketua Gugus Tugas KLA Kabupaten Tabalong yang juga Kepala Bappeda, Arianto.
Beberapa masukkan disampaikan peserta rapat untuk menjadi bahan evaluasi.
Diketahui, Tabalong pernah tiga kali berturut-turut mendapat predikat Nindya di KLA, kemudian tahun 2025 turun ke peringkat Madya. (Boel)































































