Perputaran Uang Rp7 Juta Per Hari Terancam Hilang
TANJUNG, kontrasx.com – Kondisi Sungai Jaing yang airnya berubah menjadi coklat kehitaman dan diduga warga ada pencemaran di daerah hulunya mengancam keberlangsungan objek wisata Sungai Jaing Desa Masukau Kecamatan Murung Pudak.
Kepala Desa Masukau, Khairullah mengatakan kalau kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut akan berdampak bagi wisata air yang dikelola desa.
“Kalau tidak ditangani serius jelas berdampak pada objek wisata sungai Jaing” ungkapnya pada kontrasx.com, kemarin.
“Kalau benar tercemar pasti pengunjung tidak berani datang. Ini akan berdampak pada pendapatan warga” timpalnya.
Khairullah mengatakan ada belasan warga yang menerima manfaat dengan mendirikan warung disekitar sungai, menyewakan ban pelampung serta karpet tempat duduk maupun menjadi petugas parkir.
Menurutnya perputaran uang di objek wisata sungai jaing berkisar 5 hingga 7 juta rupiah per hari.
“Kalau lagi ramai perputaran uangnya Rp 5 juta sampai Rp 7 juta per hari, khususnya akhir pekan. Apalagi ini mau menyambut libur lebaran, pengunjungnya biasanya ramai” jelasnya.
Khairullah menuturkan untuk mengembangkan objek wisata sungai Jaing ini Desa sudah menggelontorkan dana hingga ratusan juta rupiah.
“Kami sudah mengeluarkan anggaran untuk wisata ini lebih dari Rp 100 juta” tandasnya.
Ia pun berharap ada penanganan serius dari pihak pemerintah ataupun instansi terkait agar keberlangsungan objek wisata sungai Jaing tetap lestari.
Diketahui, beberapa waktu sebelumnya objek wisata sungai Jaing sempat viral dan mendapat perhatian luas masyarakat.
Saat akhir pekan tertentu, jumlah pengunjung bahkan mencapai ribuan orang. (Boel)































































