Tanjung, kontrasx.com – Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri Kabupaten Tabalong menggelar sosialisasi bertajuk “Youth Against Drugs” yang diikuti 100 generasi muda.
Acara yang berlangsung edukatif ini menghadirkan dua pemateri dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tabalong, yaitu Devi Khairatul Jannah, S.Psi., dan Herlina Sari, SKM.
Wakil Ketua Senkom Tabalong, Yogie Firmansyah, menegaskan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata pembinaan berkelanjutan terhadap generasi muda agar tidak terperosok ke dalam bahayanya narkotika.
Selain itu, kegiatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara Senkom dan BNN.
“Narkoba menghancurkan masa depan generasi muda. Kita memiliki tanggung jawab besar agar generasi muda kita tidak terjerumus di jurang narkoba,” tandas Yogie di sela-sela acara pada Minggu (28/6)
Dalam sesi pemaparan materi, Psikolog BNNK Tabalong, Devi Khairatul Jannah, S.Psi., membongkar berbagai modus baru peredaran zat adiktif.
Ia memperingatkan para peserta bahwa bandar narkoba kini semakin cerdik dengan menyamarkan barang terlarang ke dalam produk konsumsi sehari-hari yang sangat akrab dengan gaya hidup anak muda.
Beberapa produk yang rawan disusupi antara lain Vape (Rokok Elektrik) yang diam-diam cairannya disusupi zat berbahaya pemicu kecanduan akut.
“Bisa juga lewat permen yang dikemas dengan bentuk menarik dan rasa manis yang menipu untuk menjebak anak-anak dan remaja” bebernya.
Ia menambahkan obat tanpa resep juga kerap disalahgunakan dalam dosis tinggi sebagai pengganti narkoba konvensional.
“Modus narkoba tidak selalu terlihat seperti narkoba. Efeknya merusak dari dalam; menghancurkan otak, memicu penyakit jantung, merusak paru-paru, hingga merusak organ vital lainnya seperti hati dan ginjal,” jelas Devi di hadapan peserta.
Sementara itu, pemateri kedua, Herlina Sari, SKM., menyoroti pentingnya peran teknologi dalam memerangi peredaran gelap narkoba.
Ia mengajak milenial dan Gen Z untuk memperkuat literasi digital agar mampu menyaring informasi negatif di dunia maya.
Menurut Herlina, gawai yang ada di tangan pemuda harus menjadi senjata utama untuk melawan peredaran narkoba melalui tiga strategi digital:
“Pertama buat Konten Positif, manfaatkan kreativitas untuk menyebarkan pesan edukatif melalui video pendek, poster digital, infografis, atau podcast tentang bahaya narkoba” jelas Herlina.
Ia juga minta untuk memastikan sumber informasi yang akurat dengan mengikuti akun lembaga terpercaya seperti BNN, Kemenkes, atau komunitas anti-narkoba.
“Laporkan konten negative, tumbuhkan keberanian untuk menekan tombol report (laporkan) di media sosial jika menemui konten yang mempromosikan atau mengarah pada penyalahgunaan narkoba” pungkasnya (na)
































































