TANJUNG, kontrasx.com – Wilayah kabupaten Tabalong kembali “gelap” diselimuti kabut asap Karhutla, Sabtu (03/10).
Berdasarkan pantauan kontrasx.com, sejak siang hari menjelang petang kabut asap Karhutla makin tebal menyelimuti kabupaten Tabalong seperti di wilayah perkotaan.
Dari data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) per 3 Oktober 2026 pukul 19.00, kabupaten Tabalong berada di peringkat keempat dengan kualitas udara masuk dalam kategori berbahaya dengan nilai indeks PM10 menunjukkan 586 dan PM2.5 di 469.
Meski dilanda kabut asap, kejadian Karhutla di wilayah Tabalong saat ini tidak ada temuan kejadian. Dari pantauan satelit melalui Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) bahwa untuk di wilayah Kabupaten Tabalong hanya terdapat satu hotspot.
“Hotspot terdeteksi hari ini berada di Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, kemungkinan besar itu bukan titik api” ujar Kalak BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, Sabtu (03/10).
Haris menyebut Kondisi kabut asap yang pekat ini muncul lantaran terbawa angin yang masuk ke wilayah Tabalong.
Citra sebaran asap berdasarkan citra satelit himawari per 3 Oktober 2026 pukul 17.00 Wita, terdeteksi asap di wilayah Kalimantan Selatan bagin Barat dan Utara.
Arah angin di wilayah Kalsel umumnya dari Timur Tenggara dengan kecepatan 5-15 knot. Wilayah yang terdampak asap yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, HSS, HSU, dan Tabalong.
“Dari analisa BMKG terdeteksi adanya asap di wilayah Kalsel bagian barat, utara dan arah angin dari timur tenggara dengan kecap 515 knot sehingga gerakan angin sampai ke Tabalong” ujar Haris.
Haris pun mengimbau masyarakat Tabalong untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang menurunkan kualitas udara, bahkan berakibat terhadap kesehatan.
“Masyarakat terutama anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk menggunakan masker” tandasnya. (Can)
































































