TANJUNG, kontrasx.com – Pemukulan gong oleh Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani membuka Kick Off Adaro Spectapreneur 2026 di Balai Dandung Suchrowardi, Kamis (08/10).
Bupati Tabalong, H Fani menyampaikan kegiatan ini salah satu wadah bagi para pelaku UMKM di Tabalong untuk berkumpul, berbagi pengalaman, belajar dan mengembangkan usahanya.
“Saya kira, keberlanjutan kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat Tabalong untuk berwirausaha terus tumbuh” ujarnya.
Ia pun ingin para pelaku UMKM di Kabupaten Tabalong untuk saling belajar dan saling membantu dalam memperbaiki kualitas produk, hingga memperluas pasar.
“Kami berharap, apa yang sudah diajarkan nanti, dilatih, demikian perizinannya didampingi, dibranding dan ini benar-benar mempunyai produk-produk unggulan yang nantinya bisa dipasarkan” ucapnya.
Ia pun menyatakan Pemkab Tabalong bersama dunia usaha akan terus mendorong pengembangan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, digitalisasi, akses permodalan maupun perluasan pemasaran.
“Pemerintah daerah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan komunitas, dunia usaha dan para pelaku UMKM untuk bersama-sama membangun ekosistem usaha yang semakin kuat” katanya.
Sementara, CSR Program Ekonomi Supervisor PT Adaro Indonesia, M Arief Munadi menerangkan Adaro Spectapreneur Tabalong saat ini menyiapkan beberapa kegiatan di antaranya ada pendalaman materi tentang kewirausahaan seperti manajemen keuangan, strategi pemasaran, business model canvas (BMC), pemasaran online dan inovasi bisnis dalam menjalankan usaha.
“Ini kami kemas dalam Program Adaro Specta School. Sebuah inovasi kegiatan yang merupakan upaya untuk mencapai goals yang lebih besar dan dampak yang lebih luas, khususnya kepada UMKM alumni Adaro Spectapreneur Tabalong tahun sebelumnya” terangnya.
Selanjutnya, kegiatan dalam mendukung perizinan usaha seperti PIRT, Halal dan bahkan BPOM, kegiatan massal yang lebih variatif yaitu Bazar produk Inovasi UMKM untuk menggerakkan masyarakat untuk turut terlibat aktif, sehingga potensi penjualan UMKM meningkat.
“Terakhir, kami juga ada program untuk fasilitasi HUB, jadi kita membangun infrastruktur suatu tempat atau lokasi yang bisa digunakan untuk sarana prasarana belajar, berkomunikasi, berinteraksi antar UMKM” pungkasnya. (Can)
































































