Bupati Tabalong : Tanpa Kompetensi Kita Akan Tertinggal
TANJUNG, kontrasx.com – Selama lima hari puluhan ASN jabatan Kasubbag Umum dan Pelaksana mengikuti diklat Junior Office Operator, Senin (9/2).
Diklat yang dilaksanakan di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dibuka langsung Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani.
Plt Kepala BKPSDM Tabalong, Fauzan menyampaikan diklat diikuti puluhan peserta dari perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
“50 orang peserta ini terdiri dari Kasubbag Umum dan Pelaksana pada semua SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Tabalong” ucapnya.
Fauzan menuturkan kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi dasar perkantoran, membentuk sikap dan etos kerja yang profesional serta kemampuan komunikasi.
“Ini juga mendukung kinerja organisasi, menyiapkan peserta dalam menghadapi dunia kerja nyata dan meningkatkan penguasaan teknologi perkantoran” tuturnya.
Adapun untuk metode pembelajaran dilakukan dengan metode klasikal yang dibagi dalam dua tahap yakni sebelum Diklat dilakukan pendampingan (Coaching Clinic) bagi peserta pendaftaran akun pada platform Digitalent yang dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2026 bertempat di Ruang CAT BKPSDM Tabalong.
Tahapan kedua, kegiatan Diklat Junior Office Operator yang akan dilaksanakan selama lima hari dari 9 sampai dengan 13 Februari 2026 bertempat di Ruang CAT BKPSDM Tabalong.
Sedangkan untuk agenda pembelajaran di antaranya pre test, peralatan periferal, Microsoft word, Microsoft excel, Microsoft powerpoint, aplikasi berbasis internet dan media sosial, aspek keamanan informasi pengguna serta post test.
“Sementara narasumber kami menghadirkan instruktur dari BPSDM Komdigi Banjarmasin” kata Fauzan.
Sementara, Bupati Tabalong, H Fani menyampaikan diklat ini menjadi bekal bagi para peserta dalam menghadapi era saat ini, sehingga harus mempunyai keterampilan dan memiliki sesuatu yang diperlukan.
“Kalau tidak punya kompetensi dan keterampilan akan tertinggal dalam era sekarang ini” ucapnya.
Ia pun ingin para peserta Diklat bisa meningkatkan keterampilan teknis maupun sikap profesional dalam bekerja.
“Jadikan kesempatan ini sebagai momentum memperkuat kompetensi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam terwujudnya pemerintah yang Smart” pungkasnya. (Can)































































