Tanjung, kontrasx.com – Dinamika harga barang kebutuhan pokok kembali terjadi di Kabupaten Tabalong. Berdasarkan laporan pemantauan harga terbaru di Pasar Tanjung, komoditas bawang merah mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan.
Kondisi ini dipicu oleh menipisnya volume pasokan yang masuk dari wilayah sentra produksi ke pasar domestik.
Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabalong, Noviana Eredha, S.IP, MA, di Tanjung pada Rabu (3/6) mengonfirmasi adanya gejolak harga tersebut.
Menurut analisisnya, tersendatnya pasokan ini diakibatkan oleh hambatan pada jalur distribusi logistik serta penurunan volume produksi di daerah asal penyuplai.
”Kenaikan harga bawang merah ini disebabkan oleh kurangnya pasokan dari daerah penyuplai. Faktor utamanya adalah terhambatnya kelancaran distribusi, khususnya bagi armada angkutan logistik yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar, di samping memang adanya penurunan kuantitas produksi di daerah penghasil,” ujar.
Lebih lanjut, Noviana memberikan peringatan dini terkait dampak jangka panjang apabila fluktuasi ini tidak segera mereda. Jika kendala distribusi dan keterbatasan pasokan ini berlangsung dalam durasi yang lama, hal tersebut dikhawatirkan akan langsung berimbas pada stabilitas makroekonomi daerah, khususnya pada laju inflasi bulanan.
Menurutnya, jika kondisi ini terus berlangsung lama, tentu akan memengaruhi angka inflasi secara month-to-month (bulan ke bulan), mengingat pergerakannya dipicu langsung oleh komoditas-komoditas penting yang mengalami kenaikan harga di pasar ritel.
Kendati demikian, pihak dinas meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan panic buying. Hingga saat ini, dampak kenaikan harga tersebut dinilai masih dalam batas yang dapat ditoleransi dan tidak memicu kelangkaan yang ekstrem bagi konsumen di Tabalong.
Novi memastikan bahwa situasi pasar secara keseluruhan masih relatif aman, karena fluktuasi harga ini terjadi di luar momentum perayaan hari besar keagamaan nasional.
”Pengaruhnya bagi Tabalong sampai sejauh ini, meskipun ada beberapa komoditas yang naik, situasi dipastikan aman. Hal ini dikarenakan kenaikan tidak terjadi pada momen tertentu seperti hari besar keagamaan, sehingga volume permintaan dari masyarakat pun tidak terlalu tinggi,” pungkasnya.
Berdasarkan data lampiran Laporan Harga Rata-Rata per 2 Juni 2026, harga bawang merah merangkak naik sebesar Rp 2.500 (+5,0%) menjadi Rp 52.500 per Kg. Sebaliknya, beberapa komoditas lain seperti cabai merah keriting, bawang prei, dan daging ayam ras justru terpantau mengalami tren penurunan harga yang membuat daya beli masyarakat tetap terjaga secara seimbang. (Red)
































































