TANJUNG, kontrasx.com – Sebagai bentuk pengawasan terhadap perkembangan dari proses penyaluran penyertaan modal daerah sebesar Rp 18 Miliar di Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tabalong Bersinar, Komisi ll DPRD Tabalong menggelar Rapat Kerja.
Ketua Komisi ll DPRD Tabalong, H Winarto menuturkan dari pertemuan tersebut ada beberapa informasi yang didapatkkan.
“Dari Rp 18 miliar penyertaan modal daerah dititipkan di BPR alhamdulillah sampai Mei 2026 sudah tersalurkan Rp 5,5 miliar baik untuk petani maupun UMKM” terangnya pada kontrasx.com, Jum’at (05/6) usai pertemuan.
Winarto mengungkapkan dalam forum tersebut salah satu usulan yang mengemuka adalah Regulasi untuk masyarakat petani musiman agar bisa membayar cicilan tidak setiap bulan.
“Kami berharap untuk masyarakat petani musiman bisa dibuatkan regulasi, sekiranya bisa membayar secara musiman itu lebih baik. Mereka tidak dipusingkan bayar cicilan bulanan karena hasil yang diperoleh musiman” bebernya.
Ia berharap hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan Kabag Ekobang Setda Tabalong untuk merumuskan regulasinya.
“Ini kalau memungkinkan” imbuhnya.
Pihaknya juga meminta pihak BPR memiliki konsep kalau penyertaan modal sebagai program Pemda kredit Tabalong Smart merupakan salah satu upaya untuk memberantas praktik ijon yang sulit diatasi, misalnya “bank jalanan” atau rentenir berkedok koperasi.
“Lakukan survey untuk pelaku usaha kecil seperti toko dan warung-warung yang masih terbelenggu praktik ijon, lakukan pendekatan. Himpun, apa yang terjadi dan bagaimana cara mengatasinya” jelasnya.
“Disana (praktik ijon) pagi ngomong minta pinjaman, sore sudah cair. Tapi besoknya sudah ditagih cicilannya yang mempersulit mereka, akhirnya terjerat. Hadirnya program ini salah satunya untuk mengatasi persoalan itu” timpalnya.
Politikus senior ini juga menambahkan persoalan yang turut menjadi perhatian pihaknya adalah terkait Dewan Direksi, Dewan Pengawas dan Komisaris di BPR yang masih bersifat Pelaksana Tugas (Plt).
“Saat ini masih Plt sifatnya, masih dalam proses. Untuk menduduki jabatan tersebut melalui tahapan tes. Kami minta jadwal yang jelas” katanya.
Winarto mengingatkan, terkait persoalan perbankan ini profesionalisme harus dikedepankan.
“Profesionalisme harus dikedepankan, lepaskan dari berbagai kepentingan. Kalau manajemen terisi dan sehat maka ke depan BPR bisa bersaing dengan bank-bank konvensional milik pemerintah” tandasnya.
Pihaknya juga mendorong Pemda untuk konsen menyiapkan petugas yang akan menjadi bagian dari manajemen BPR.
“Prosedur harus ditempuh dengan benar” tegasnya.
Di dalam forum, Kabag Ekobang Setda Tabalong, Jelita Anggraini menerangkan progres dari proses pengisian manajemen BPR Tabalong Bersinar.
Sedangkan Direktur Utama BPR Tabalong Bersinar, Gazali Rahman menerangkan perkembangan penyaluran kredit Tabalong Smart. (Boel)
































































