Tanjung, kontrasx.com – Bagi sebagian orang, sebuah sepeda listrik mungkin hanya sekadar alat transportasi. Namun bagi RUM (56), seorang warga Desa Masingai I, Kecamatan Upau, benda berwarna ungu itu adalah penunjang aktivitas sehari-hari. Kehilangan sepeda tersebut bukan hanya soal kerugian materi, melainkan runtuhnya rasa aman di rumah sendiri.
Ketenangan keluarga RUM terusik pada Kamis malam (25/6/). Sang suami yang baru saja melangkah kaki ke rumah setelah seharian beraktivitas, terkejut mendapati pintu samping dan belakang rumahnya sudah terbuka lebar.
Begitu masuk keruang keluarga yang biasanya rapi telah berubah menjadi berantakan, mata mereka tertuju pada satu sudut dan didapati sepeda listrik ungu kesayangan mereka telah raib.
Moda transportasi senilai Rp 4,3 juta yang mereka rawat dengan baik itu dibawa kabur oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.
Mereka langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi dan kerja keras Satreskrim Polres Tabalong dan Polsek Upau berhasil meringkus pelaku pencurian yang ternyata dua pemuda warga yang sama dengan korban yakni EA (26) dan RAH (25).
“Dari hasil interogasi awal, kedua terduga pelaku telah mengakui perbuatannya,” ujar Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo, melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, Selasa (7/7).
Polisi pun berhasil mengamankan kembali sepeda listrik ungu milik RUM yang sempat berpindah tangan, lengkap dengan selembar fotokopi kuitansi pembelian sebagai bukti sah kepemilikan korban.
Kini, EA dan RAH harus mendekam di balik jeruji besi Polres Tabalong untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Di usia mereka yang masih sangat produktif, kedua pemuda ini harus belajar menghargai arti bertetangga dan hukum dengan cara yang pahit.(Can)































































